![]() |
| Beasiswa LPDP tahun ini rencananya akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum keempat gelombang tersebut. |
JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini kembali memberikan beasiswa.
Beasiswa tersebut terbuka bagi 3.100 masyarakat Indonesia yang ingin
melanjutkan studi untuk program magister dan doktor, baik di dalam maupun luar
negeri.
Direktur
Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan, 3.100 beasiswa itu nantinya akan dibagi
lagi ke dalam kategori beasiswa umum, presiden, dan afirmasi. Beasiswa umum
akan diberikan kepada 2.400 pelamar, sedangkan beasiswa presiden kepada 100
pelamar, dan 600 sisanya diperuntukkan bagi beasiswa afirmasi.
"Beasiswa
tersebut dapat digunakan untuk studi di 200 perguruan tinggi terbaik luar
negeri dan 100 perguruan tinggi dalam negeri berakreditasi A, sedangkan 80
persennya digunakan untuk program magister, dan sisanya untuk program
doktoral," ujar Eko di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat
(30/1/2015).
Menurut
Eko, program beasiswa itu diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu mengelola
berbagai sektor. Dia menargetkan dapat menghasilkan 60.000 lulusan beasiswa ini
pada 2030 mendatang.
"Kita
kan masih kekurangan tenaga kerja terdidik sebanyak 60 juta orang pada 2030
nanti. Asumsinya, satu orang lulusan dapat memimpin 1.000 pegawai. Jadi, kita
menargetkan ada 60.000 lulusannya," tambah Eko.
Syarat
Beasiswa
LPDP tahun ini rencananya akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari,
Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum
keempat gelombang tersebut. Para pelamar dapat mendaftarkan dirinya lewat laman www.lpdp.depkeu.go.id atau www.beasiswalpdp.org.
Para
pelamar, lanjut Eko, nantinya akan menjalani dua tahap seleksi, yaitu seleksi
administrasi dan wawancara. Proses adminstrasi yang dilangsungkan mensyaratkan
pelamar membawa dokumen, antara lain ijazah sarjana atau magister dari kampus
pelamar, transkrip nilai dengan IPK minimum 3 (S-2) dan 3,25 (S-3), sertifikat
TOEFL dengan skor minimum 550 atau IELTS dengan skor minimum 6,5, lampiran
organisasi yang pernah diikuti, serta surat keterangan sehat. Pelamar yang
melampirkan letter of acceptance dari kampus pilihannya akan
dipropritaskan.
Sekretaris
Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badarudin mengatakan, anggaran yang
diberikan untuk menjalankan program LPDP tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun. Dana
tersebut dialokasikan dari APBN sebesar Rp 15,6 triliun pada 2010 hingga 2013.
"Dana
tersebut merupakan alokasi APBN sejak 2010 hingga 2013. Dananya dipakai untuk
penyaluran beasiswa, pembiayaan riset, serta rehabilitasi fasilitas
pendidikan," ujar Kiagus.
Kiagus
mengklaim, pada 2014 lalu, dana LPDP telah terpakai sebanyak Rp 750 miliar
untuk pembiayaan tiga kegiatan tersebut. Ia berharap suntikan modal kepada LPDP
terus dilakukan hingga mencapai 40 triliun agar ketiga kegiatan tersebut
tercukupi pembiayaannya.
(kompas.com).

0 komentar :