![]() |
| ILUSTRASI |
MEDAN-Sebanyak 14 orang pekerja tersetrum aliran listrik saat
memasang tiang telepon di Jalan Mahkamah, Medan Kota, Sabtu (10/1/2015) dini
hari. Satu orang tewas, sementara sisanya dirawat intensif di rumah sakit.
Korban tewas Lison (22)
yang berasal dari Bandung, Jawa Barat menderita luka bakar cukup parah. Tim
medis juga menginformasikan korban mengalami pendarahan di kepala. Korban
sempat dirawat di RSU Permata Bunda, namun tak lama kemudian kondisinya
memburuk hingga menghembuskan nafas terakhir.
Insiden ini bermula
dari pengerjaan tiang telepon sebanyak 38 unit yang dilakukan sekira pukul
01.30 WIB. Para pekerja kemudian mulai mendirikan tiang untuk dipasang secara
permanen. Tak diduga, tiang tersebut menyentuh kabel listrik hingga menyebabkan
14 orang pekerja tersetrum. Cuaca ketika itu sedang diguyur hujan.
"Gak tahu kalau
ada kabel telanjang. Jadinya kami semua kesetrum," kata Wawan (45), salah
satu pekerja yang turut menjadi korban.
Menurut dia, Lison
ketika itu bertugas memeluk tiang telepon yang hendak dipasang. Posisinya itu
membuat aliran listrik menghantam tubuhnya dengan telak hingga terpental.
Saat ini 13 korban masih dirawat intensif di dua rumah sakit, RSU Mitra Sejati, dan RSU Permata Bunda.
Amatan di lokasi pada
Sabtu siang, pengerjaan tiang itu dihentikan. Tiang telepon yang sudah berdiri
di dekat rel kereta api dibiarkan begitu saja. Kapolsek Medan Kota Kompol
Wahyudi menuturkan pihaknya masuh menanganani kasus ini dengan memeriksa
beberapa saksi. Namun di lokasi kejadian tidak ada garis polisi yang menandakan
adanya proses penyelidikan
Sumber : Serambi
indonesia

0 komentar :