Sabtu, 21 Februari 2015

Rektor Unsyiah Akui Terhina Dengan Ucapan Tony Abbott

Unknown     17.19    

PERSePSIPOST, JAKARTA – Rakyat Aceh tersinggung dengan pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit kembali bantuan untuk Aceh sewaktu musibah tsunami saat mendesak agar dua warganya tidak dieksekusi mati oleh pemerintah Indonesia.    Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Samsul Rizal menilai bantuan tsunami 2004 merupakan komitmen kemanusiaan yang tidak sepatutnya dimintai balasan. Orang Aceh pun, kata dia, juga akan mengulurkan tangan membantu negara lain bila musibah serupa terjadi.
Rektor Unsyiah , Samsul Rizal
PERSePSIPOST, JAKARTA – Rakyat Aceh tersinggung dengan pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit kembali bantuan untuk Aceh sewaktu musibah tsunami saat mendesak agar dua warganya tidak dieksekusi mati oleh pemerintah Indonesia.  
Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Samsul Rizal menilai bantuan tsunami 2004 merupakan komitmen kemanusiaan yang tidak sepatutnya dimintai balasan. Orang Aceh pun, kata dia, juga akan mengulurkan tangan membantu negara lain bila musibah serupa terjadi.
“Kami merasa terhina dan sedih. Kami tidak pernah meminta bantuan untuk ditukarkan dengan sesuatu yang memaksa harus kita kabulkan,” tulisnya dalam pesan pendek kepada Bisnis.com, Sabtu (21/2/2015) pagi.

Masih masih menurutnya, anak-anak Aceh korban tsunami tumbuh dengan uluran tangan bantuan dari negara ataupun NGO (non-governmental organization). Untuk itu, dia berharap para pendonor tersebut  tidak mengungkit kembali bantuan mereka karena hal tersebut bisa-bisa akan  membuka kembali lembaran duka masa lalu para korban.

Seperti diketahui, Australia memang salah satu negara yang berkontribusi besar membantu Aceh pasca tragedi tsunami 26 Desember 2004. Pasukan Negeri Kanguru tersebut tiba di Tanah Rencong segera setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara terbuka meminta bantuan internasional untuk menangani bencana terdahsyat Abad 21 itu.
Militer Australia pun terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan seperti pencarian dan penguburan mayat korban hingga menyediakan penyulingan air bersih. Sementara itu, pemerintah Australia yang saat itu dipimpin PM John Howard memberi bantuan ratusan juta dollar Australia dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh.
Samsul mengakui peran penting negara bekas jajahan Inggris itu. Dia merasa bantuan masyarakat dan pemerintah Australia saat itu disalurkan spontan atas dasar kemanusiaan. Sehingga, sambung dia, adalah aneh bila kemudian Tony Abbott menjadikannya sebagai alat tukar untuk terpidana mati kasus narkoba.
“Seandainya kami punya uang untuk mengembalikan bantuan Australia, tentu akan kami kembalikan. Tetapi saya yakin warga Austalia tidak berpandangan sama dengan Tony Abbott,” ujar guru besar Fakultas Teknik Unsyiah ini.[]
(theglobejournal.com)


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger