![]() |
| ilustrasi |
SAN FRANSISCO – Kebiasan marah tentu bukan hal yang baik. Apalagi jika sering menyalurkan lewat dunia maya.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan marah yang disalurkan melalui sebuah tweet (kicauan) di sosial media seperti Twitter, mampu meningkatkan risiko penyakit jantung terhadap pelakunya.
Dilansir Engadget, Jumat (23/1/2015), peneliti dari University of Pennsylvania menemukan korelasi kuat antara penggunaan bahasa negatif pada Twitter dengan tingkat kematian penyakit jantung.
Penelitian tersebut didasarkan melalui hasil kajian pada 2009 dan 2010. Peneliti menemukan komunitas yang terbiasa dengan kata-kata kasar dan ungkapan kebencian lainnya melalui kicauan.
Komunitas ini berisiko lebih tinggi menderita penyakit jantung. Hal ini berbeda dengan kicauan atau tweet positif, yang justru memiliki dampak sebaliknya.
"Permusuhan dan depresi telah dikaitkan dengan penyakit jantung pada tingkat individu melalui efek biologis," kata Margaret Kern, seorang asisten profesor di University of Melbourne. Ia merupakan salah satu peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Dia juga mengatakan emosi negatif dapat memicu respon dan perilaku sosial yang buruk. Seseorang akan lebih mudah bertingkah aneh dari mulai makan hingga minum hingga mengisolasi dirinya yang kemudian akan menyebabkan penyakit jantung.
sumber: okezone.com.

0 komentar :