Senin, 19 Januari 2015

SBY Kaget Dengar Ada Upaya Pembersihan 'Orang-orang SBY' oleh Jokowi

Unknown     23.26    

SBY Kaget Dengar Ada Upaya Pembersihan 'Orang-orang SBY' oleh Jokowi
SBY dan Jokowi

JAKARTA - Di akun resmi Facebooknya, presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat tulisan panjang bertajuk Polri kita, dalam tulisan tersebut SBY kaget ada upaya pembersihan 'orang-orang SBY' di pemerintahan Joko Widodo.

"Di tengah-tengah situasi politik yang menghangat saat ini saya juga mendengar sejumlah isu, mungkin juga "provokasi", yang bisa memecah belah diantara kita semua. Termasuk antara Presiden Jokowi dengan saya. Diisukan bahwa yang tengah dilakukan sekarang ini adalah pembersihan "orang-orang SBY", baik di jajaran TNI, Polri maupun aparatur Pemerintahan. Saya terhenyak. Karena kalau yang dianggap orang-orang SBY itu adalah yang ada dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, yang sesungguhnya adalah posisi politik (political appointee), hal itu masih masuk akal. Tetapi, kalau para perwira TNI dan Polri profesional, atau para eselon satu jajaran pemerintahan yang statusnya adalah abdi negara itu diistilahkan sebagai "orang-orang SBY" menjadi tidak masuk akal, " tulis SBY, Senin(19/1/2015).

Menurut SBY, jika setiap pejabat tinggi yang bertugas di era kepemimpinannya harus segera diganti alias dibersihkan, karena dianggap sebagai orang-orang SBY alangkah malangnya mereka. "Apa salah dan dosa mereka? Pengangkatan para pejabat di jajaran TNI dan Polri ada mekanismenya. 

Pengangkatan eselon satu kata SBY juga demikian. Tidak pernah dirinya menunjuk nama bagi posisi-posisi Sekjen, Irjen, Dirjen, Kepala Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, dan para Pimpinan BUMN.


"Mereka semua diusulkan oleh para atasannya, bisa Menteri, Panglima TNI atau Kapolri. Kemudian khusus eselon satu kementerian dan LPNK dibahas oleh Tim Penilai Akhir yang dipimpin oleh Wakil Presiden. Setelah dilakukan pembahasan dan penilaian yang cermat, dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan. Selama ini, 95 % saya setujui. Yang 5 %, sering saya minta dibahas kembali jika ada informasi yang negatif. Setelah jelas segala sesuatunya, segera saya putuskan. Sebagian lolos, sebagian mesti dilakukan penggantian. Itulah sistem dan aturan yang dulu saya anut dan jalankan ~ transparan dan akuntabel," katanya.

SBY juga tidak yakin Presiden Jokowi punya pikiran dan kehendak untuk melakukan pembersihan semacam itu. Kalau hal itu terjadi, bagaimana pula nanti jika Presiden baru pengganti Jokowi juga melakukan "pembersihan" yang sama. Namun, katanya Presiden Jokowi memiliki kewenangan penuh untuk mengangkat dan memberhentikan seseorang sesuai dengan urgensi dan kebutuhannya. Beliau yang akan menggunakan. Beliau tentu ingin sukses memimpin kita semua lima tahun mendatang ini. "Tentu semuanya dilakukan sesuai dengan norma, aturan dan etika yang berlaku," katanya.
 sumber: tribunnews.com



0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger