![]() |
| Pakar ITB penemu teknologi IPA meninjau Instalasi PDAM Kota Bogor Dekeng I dan II. @Dok |
PAKAR Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menemukan inovasi baru pengelolaan air bersih secara modern, berbiaya murah dan bisa ditetapkan dengan mudah di seluruh Indonesia.
"Temuan kami, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nusantara jauh lebih bagus dibandingkan dengan inovasi pakar-pakar luar negeri, bahkan kita terdepan dalam temuan baru ini,"
ujar pakar Water Technology dari ITB yang juga salah seorang penemu IPA Nusantara Dr. Ing. Ir. Mohajit, MSc, seperti rilis yang dikirim ke redaksi ATJEHPOST.co, Selasa 20 Januari 2015.
Inovasi ini merupakan temuan Mohajit bersama pakar lainnya dari ITB, seperti Dr. Ir. Bagus Budwatoro, Ir. Haryo U. Kustianto dan Ir. A. Hasan Bachri, M.Eng.
Mohajit mengatakan teknologi yang digunakan dalam IPA ini ditujukan untuk menambah kapasitas produksi air bersih yang dikelola oleh PDAM.
"Dengan luas area produksi yang sama, teknologi IPA Nusantara dapat memproduksi air bersih hingga 3 kali lipat. Dan teknologi ini diakui oleh pakar-pakar dari luar negeri," kata alumnus Post Doctoral, Engineering Biology and Biotechnology, University of Karlsruhe, FR Germany ini.
"Dengan luas area produksi yang sama, teknologi IPA Nusantara dapat memproduksi air bersih hingga 3 kali lipat. Dan teknologi ini diakui oleh pakar-pakar dari luar negeri," kata alumnus Post Doctoral, Engineering Biology and Biotechnology, University of Karlsruhe, FR Germany ini.
Dr. Ir. Bagus Budwatoro yang juga merupakan salah seorang penemu IPA Nusantara mengatakan teknologi ini tidak dipatenkan hingga saat ini. Hal ini bertujuan agar inovasi tersebut dapat diimplementasi secara luas di seluruh Indonesia.
"Meskipun banyak yang ingin membeli patennya tapi kami tidak mau mempantenkan. Kami ingin teknologi ini digunakan secara terbuka oleh bangsa Indonesia," kata pakar Pipeline ITB ini.
Bagus menginformasikan IPA Nusantara ini telah diimplementasi oleh PDAM Kota Bogor, Pangkal Pinang dan Bali. Keinginan agar teknologi anak bangsa Indonesia dapat tersebar luas ke seluruh Indonesia, sudah tentu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah.
"Pemerintah SBY sebelumnya melalui target Milenium Development Goal dalam penyediaan air bersih mencapai 250 ribu meter kubik, namun hingga saat ini target tersebut masih jauh karena masih menggunakan teknologi konvensional. Ini kesempatan bagi Pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan target tersebut," kata alumnus ITB lainnya, Ir. Haryo U. Kustianto yang ikut dalam peninjauan di Instalasi PDAM Kota Bogor Dekeng I dan II.
Sementara itu Kepala Bagian Produksi Dekeng PDAM Kota Bogor, Adi Gunadi menjelaskan, dengan sistem Uprating menggunakan teknologi IPA temuan pakar ITB tersebut, maka fasiltas yang ada sebelumnya tidak berubah.
Bagus menginformasikan IPA Nusantara ini telah diimplementasi oleh PDAM Kota Bogor, Pangkal Pinang dan Bali. Keinginan agar teknologi anak bangsa Indonesia dapat tersebar luas ke seluruh Indonesia, sudah tentu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah.
"Pemerintah SBY sebelumnya melalui target Milenium Development Goal dalam penyediaan air bersih mencapai 250 ribu meter kubik, namun hingga saat ini target tersebut masih jauh karena masih menggunakan teknologi konvensional. Ini kesempatan bagi Pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan target tersebut," kata alumnus ITB lainnya, Ir. Haryo U. Kustianto yang ikut dalam peninjauan di Instalasi PDAM Kota Bogor Dekeng I dan II.
Sementara itu Kepala Bagian Produksi Dekeng PDAM Kota Bogor, Adi Gunadi menjelaskan, dengan sistem Uprating menggunakan teknologi IPA temuan pakar ITB tersebut, maka fasiltas yang ada sebelumnya tidak berubah.
"Hanya sedikit modifikasi dan hasilnya berbeda jauh dengan sistem konvensional," katanya.
Menurutnya dengan menggunakan teknologi konvensional maka air bersih yang dihasilkan 400 liter per detik. Sementara jika menggunakan IPA ini bisa mencapai titik maksimal 1200 liter per detik.
"Tapi secara rata-rata kami hanya menetapkan 1000 liter pe detik sehingga tidak terlalu overload," katanya.
Ditambahkan dengan adanya tekhnologi baru di sistem IPA ini, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Bogor dapat terpenuhi.
"PDAM Kota Bogor hampir tiap tahun masuk kelompok 3 besar PDAM tersehat seluruh Indonesia," ujar Adi.
Menurutnya dengan menggunakan teknologi konvensional maka air bersih yang dihasilkan 400 liter per detik. Sementara jika menggunakan IPA ini bisa mencapai titik maksimal 1200 liter per detik.
"Tapi secara rata-rata kami hanya menetapkan 1000 liter pe detik sehingga tidak terlalu overload," katanya.
Ditambahkan dengan adanya tekhnologi baru di sistem IPA ini, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Bogor dapat terpenuhi.
"PDAM Kota Bogor hampir tiap tahun masuk kelompok 3 besar PDAM tersehat seluruh Indonesia," ujar Adi.
sumber; atjehpost.co

0 komentar :