![]() |
| Ketua Aceh human foundation Abdul Hadi Abidin. |
SIKAP Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang diduga sengaja memperlambat
penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon
Anggaran Sementara (KUA PPAS), mendapat sorotan dari Lembaga Aceh Human
Foundation (AHF). Mereka menyesalkan sikap Gubernur Zaini yang dianggap lebih
memprioritaskan kepentingan kroni dibandingkan kepentingan rakyat Aceh.
"Gubernur Zaini harus melihat dengan mata
hati, dengan memprioritaskan kepentingan semua rakyat Aceh. Zaini melihat
dengan kacamata kroni-kroninya yang ujung-ujungnya rakyat dikorbankan,"
ujar Ketua Umum AHF, Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros kepada ATJEHPOST.co,
Rabu, 21 Januari 2015.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Zaini ngotot
agar subsidi modal PDPA dan Investa disetujui DPR Aceh. Di dua perusahaan
daerah itu ada adik kandung Zaini, yaitu Hasbi Abdullah, adik iparnya, Imran A.
Hamid. Dan juga ada satu lagi adik kandung Zaini Abdullah yaitu Muhammad
Abdullah yang ditempta dalam Tim Energy Pemerintah Aceh yang disebut-sebut
sebagai sosok pengendali dua perusahaan daerah itu.
Gubernur Zaini dilaporkan tak akan menandatangani
nota kesepahaman KUA PPAS 2015 jika dua mata anggaran modal ini tidak disetujui
oleh DPR Aceh. Padahal, DPR Aceh sendiri sudah berkomitmen untuk mengalihkan
dana ini untuk kepentingan publik Aceh, bukan untuk perusahaan daerah yang
selalu merugi dan manajemennya amburadul.
Mantan kombatan GAM wilayah Pante Bidari, Lhok
Nibong, Aceh Timur ini menekankan agar Gubernur Zaini harus benar-benar pro
rakyat kecil. Ia juga meminta Gubernur Zaini tidak membatalkan nota kesepahaman
KUA PPAS 2015 hanya gara-gara kepentingan kerabat.
"Hai Zaini, rakyat Aceh sudah cukup sengsara
akibat ulahmu itu, sebab kalau nota kesepahaman ini engkau tolak maka imbasnya
adalah rakyat kecil. Apalagi sehabis musibah banjir yang telah banyak
meninggalkan banyak kesengsaraan," katanya.
"Perlu Abu ketahui, jabatan yang Anda jabat
sekarang merupakan amanah dan titipan rakyat, sebab semuanya berasal dari titik
peluk rakyat. Abu Zaini sudah uzur, jangan mengejar kemewahan duniawi karena
segala kemewahan dan kemegahan nirwana dunia tidaklah berarti jika rakyat Aceh
masih melarat," ujarnya.
sumber: Atjehpost.co

0 komentar :