Rabu, 04 Maret 2015

Mengaku Ditipu Sales, Ibu-Ibu Datangi Polres

Unknown     19.34    

Mengaku Ditipu Sales, Ibu-Ibu Datangi Polres
Ilustrasi

PERSePSIPOST, LHOKSEUMAWE - Ibu-ibu asal Kecamatan Sawang dan Kuta Makmur, Aceh Utara, Selasa (3/3) mendatangi Polres Lhokseumawe untuk mempertanyakan kasus penipuan atas nama terlapor Nurdiana, sales obat asal Kabupaten Bireuen terkait bisnis investasi. 

Safwani asal Sawang melaporkan Nurdiana pada 26 Februari 2015. Sebelumnya mereka pernah mendatangi Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe pada 13 februari 2015 juga terkait masalah yang sama.

Selain itu, Darwati (43) dan sepupunya Zunaida (43) asal Kecamatan Kuta Makmur mendatangi Polres untuk melaporkan Wustha, sales obat asal Kecamatan Banda Sakti, karena saat mereka datang pada 26 Februari lalu, laporan mereka ditolak polisi akibat tidak membawa KTP. Kemarin mereka juga harus pulang karena polisi menyarahkan agar kasus itu dilaporkan ke polsek masing-masing.

“Tadi saya datang ke polres untuk mempertanyakan terhadap laporan dan menemani dua teman kami yang hendak melaporkan pihak lain yang terlibat dalam kasus itu. Saya melaporkan Nurdiana ke polisi karena dia yang datang ke rumah saya untuk mengambil uang pada awal tahun 2014,” kata Safwani.

Disebutkan, jumlah uang yang sudah diserahkannya kepada Nurdiana dalam beberapa tahap mencapai Rp 31 juta. Menurutnya, Nurdiana berjanji akan mengembalikan uang itu pada Desember 2014 sebanyak Rp 360 juta. “Uang yang saya kasih ke Nurdiana saya utang dari orang lain dan saya gadaikan tanah. Tapi, ternyata sampai sekarang uang dari bisnis itu belum diserahkan juga,” katanya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Cahyo Hutomo melalui Kasat Reskrim, AKP Decky Hendra Wijaya mengatakan, pihaknya sudah mempelajari kasus yang dilaporkan itu dan sudah menindaklanjutinya dengan memeriksa saksi. “Kita pelajari dulu apakah itu pidana atau bukan,” katanya.

Sementara itu,Nurdiana mengungkapkan ia tidak pernah menyampaikan soal bisnis investasi kepada pelapor dan warga lain. Menurutnya, kemungkinan hal itu terjadi karena mereka salah faham dalam menanggapi ketika pihaknya menjelaskan tentang bisnis tersebut.

“Kami hanya menjual obat dengan sistem multilevel marketing (MLM/pemasaran berjenjang). Uang diserahkan itu untuk beli obat bukan bisnis investasi. Jadi, kalau ingin bonus harus aktif cari anggota untuk bergabung beli obat. Jelasnya, saya tidak pernah bernjani soal bisnis investasi,” ungkap Nurdiana.

(serambinews.com)

Baca Juga :

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger