Minggu, 15 Maret 2015

Kisah Asal Mula Sanger di Aceh

Unknown     21.06    

Kisah Asal Mula Sanger di Aceh
Sanger yang disajikan bersama kue-kue ringan khas Aceh di warung kopi.

Sanger yang sering disebut sebagai Sama-sama Ngerti merupakan minuman khas di Aceh kombinasi antara kopi dan susu. Minuman ini saat ini telah menjadi salah satu “penghuni” warung kopi yang digemari, baik oleh orang Aceh sendiri maupun pendatang. 

Lalu, bagaimanakah asal mula nama sanger dimulai? Berikut ini yang diwartakan oleh The Globe Journal.
Taufik, pemilik Taufik Kupi di Banda Aceh-salah satu warung kopi yang punya banyak cabang di Aceh, menceritakan asal mula nama sanger muncul.
Sabtu (14/3/2015) lelaki paruh baya itu bercerita kepada The Globe Journal bahwa asal muasal nama sanger muncul pada seputaran tahun 1996. Kala itu dia masih bekerja di warkop Solong Ule Kareng.  
Mantri Raman, adalah orang pertama yang menyebutkan nama awal.
“Fit, kau seduh lah satu cangkir kopi dicampur sedikit susu. Sanggong sajalah. Biar tidak terlalu manis. Setelah menyeduh kopi bercampur sedikit susu itu, Taufik berujar.

Sanggong bermakna seolah-olah iya dalam dunia penyeduhan kopi. Dalam konteks ini seolah-olah kopi susu, padahal bukan. Sementara sanggong dalam bahasa Aceh diartikan dengan bangai yang secara harfiah dapat diartikan bodoh dalam bahasa Indonesia.

“Menarik juga sebutan untuk jenis kopi ini. Bagaimana kalau saya ubah jadi Sangger? Apakah Pak Mantri setuju?,” ujar Taufik.
Itulah kisah awal mula nama sangger mengudara. Kemudian sangger melintasi tahun dan secara alamiah mengalami perubahan sebutan hingga menjadi sanger.
“Jadi awalnya bukan sanger. Tapi sanggong dan saya ubah menjadi sangger. Sangger sendiri adalah kata baru untuk jenis kopi tersebut, yang kemudian bermetamorfosis menjadi sanger,” kata Taufik.
Mulanya, karena hanya sedikit dicampur dengan susu, rasa kopi akan tetap agak pahit. Namun, Bila ada yang ingin manis, maka ditambahkan gula pasir.
Saat ini, sanger telah menjadi minuman baru. Dia bukan lagi alternatif. Artinya secara racikan sudah mengalami perubahan. “Sanger sudah masuk kategori minuman “elit” di warkop Aceh,” ujarnya.[] (Theglobejournal.com)
Baca Juga: 

Pelebat, Kesenian Beladiri Dari Tanoh Alas 



0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger