Selasa, 03 Maret 2015

Kampus Unsyiah Galus Tanpa Jaringan Komunikasi

Unknown     23.54    

Kampus PDD Unsyiah Di Gayo Lues
(Sumber:Warta Unsyiah)

PERSePSIPOST, BLANGKEJEREN - Kampus Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Gayo Lues (Galus) yang berada di Blangnangka, Kecamatan Blang jerango belum tersedia  jaringan telekomunikasi, baik selular (HP) maupun telepon. Para mahasiswa perdana yang memulai kuliah untuk semester II setelah semester I di Unsyiah Banda Aceh mengeluhkan kondisi itu.    

Seperti dilansir Serambinews.com, Kampus PDD Unsyiah Galus masih jauh dari jangkauan jaringan telekomunikasi. Pasalnya, 10 km dari kampus, baru terdapat tower telekomunikasi. Artinya, mahasiswa harus pergi dengan jarak 10 km untuk keperluan menelpon keluarga atau kerabat ataupun bahan kuliah yang diambil dari internet.

Sejumlah orang tua mahasiswa PDD Unsyiah Galus menyatakan jaringan telekomunikasi sebagai sarana pendukung kelancaran proses perkuliahan di kampus harus segera dibangun. Mereka meminta pemerintah kabupaten dan provinsi supaya segera mengizinkan pembangunan tower Telkomsel atau lainnya di kawasan kampus itu.

Selain itu, Mereka juga menyinggung tentang alat penerangan di sekitar kampus yang perlu ditambah, termasuk lampu jalan menuju kampus.

“Kita akui, pada tahap awal masih serba kekurangan, tetapi harus segera dibenahi, sehingga sarana pendukung perkuliahan memadai,” ujar Amri, salah seorang orangtua mahasiswa.

Sementara, ketua harian pelaksana pengoperasian kampus PDD Unsyiah Galus, Abdul Manaf SE, kepada Serambi, Senin (2/3) mengakui bahwa kampus belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Namun, sebutnya, tower telekomunikasi sudah dalam proses untuk dibangun.
“Pembangunan tower itu sudah diserahkan kepada pihak Unsyiah Banda Aceh,” sebut Abdul Manaf.

Dia menyatakan untuk perkuliahan tidak ada kendala, meskipun sarana pendukung belum lengkap.

Seperti dilansir sebelumnya oleh serambinews.com, kampus Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Unversitas Syiah Kuala (Unsyiah) Gayo Lues (Galus) di Blangnangka, Kecamatan Blangjerango resmi beroperasi pada Senin (16/2). 

Para mahasiswa yang sebelumnya kuliah di Banda Aceh, mulai menjalani kuliah perdana, walau untuk semester II dengan jumlah 98 mahasiswa yang tersebar di tiga jurusan.

Kuliah perdana dibuka oleh Wakil Bupati Galus, Adam SE didampingi Pembantu Rektor I, para dosen dan ketua bidang studi dari Unsyiah Banda Aceh, Senin (16/2). Dalam kesempatan itu, Wabup Galus menyatakan akan segera mengembangkan tanaman sere wangi di sekitar lahan kampus yang masih tersisa, sekitar 50 hektare lagi.

Adam meminta mahasiswa harus mandiri, seperti hasil produksi sere wangi yang akan digunakan untuk biaya kuliah para mahasiswa. “Tidak perlu donatur dalam pengembangan sere wangi, karena mahasiswa juga bisa mengelola sendirinya, sehingga mandiri,” sebut Wabup Galus, seraya menambahkan pengembangan sere wangi dibagi per fakultas.

Sementara itu, Dr Rajab Bahri salah satu dosen Unsyiah yang juga putra Galus mengatakan, rombongan dari Unsyiah Banda Aceh, termasuk Pembantu Rektor I, Dr Hizir, selain ketua bidang studi dan para dosen lainnya yang berjumlah sekitar 10 orang.
“Awalnya jumlah mahasiswa PDD Unsyiah Galus yang mengikuti kuliah perdana semester 1 Banda Aceh berjumlah 108 orang, kini menjadi 98 mahasiswa yang tersebar di Fakultas FKIP, Ekonomi dan Pertanian,” sebut Rajab. Dia menyatakan sejumlah mahasiswa tidak mampu kuliah dan berhenti sendiri.[]
(serambinews.com) 



0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger