| Kampus PDD Unsyiah Di Gayo Lues (Sumber:Warta Unsyiah) |
PERSePSIPOST, BLANGKEJEREN - Kampus Pendidikan
Diluar Domisili (PDD) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Gayo Lues (Galus) yang
berada di Blangnangka, Kecamatan Blang jerango belum tersedia jaringan telekomunikasi, baik selular (HP)
maupun telepon. Para mahasiswa perdana yang memulai kuliah untuk semester II
setelah semester I di Unsyiah Banda Aceh mengeluhkan kondisi itu.
Seperti dilansir Serambinews.com, Kampus
PDD Unsyiah Galus masih jauh dari jangkauan jaringan telekomunikasi. Pasalnya, 10
km dari kampus, baru terdapat tower telekomunikasi. Artinya, mahasiswa harus
pergi dengan jarak 10 km untuk keperluan menelpon keluarga atau kerabat ataupun
bahan kuliah yang diambil dari internet.
Sejumlah orang tua mahasiswa PDD Unsyiah
Galus menyatakan jaringan telekomunikasi sebagai sarana pendukung kelancaran
proses perkuliahan di kampus harus segera dibangun. Mereka meminta pemerintah
kabupaten dan provinsi supaya segera mengizinkan pembangunan tower Telkomsel
atau lainnya di kawasan kampus itu.
Selain itu, Mereka juga menyinggung tentang
alat penerangan di sekitar kampus yang perlu ditambah, termasuk lampu jalan
menuju kampus.
“Kita akui, pada tahap awal masih serba
kekurangan, tetapi harus segera dibenahi, sehingga sarana pendukung perkuliahan
memadai,” ujar Amri, salah seorang orangtua mahasiswa.
Sementara, ketua harian pelaksana
pengoperasian kampus PDD Unsyiah Galus, Abdul Manaf SE, kepada Serambi, Senin
(2/3) mengakui bahwa kampus belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Namun,
sebutnya, tower telekomunikasi sudah dalam proses untuk dibangun.
“Pembangunan tower itu sudah diserahkan
kepada pihak Unsyiah Banda Aceh,” sebut Abdul Manaf.
Dia menyatakan untuk perkuliahan tidak ada
kendala, meskipun sarana pendukung belum lengkap.
Seperti dilansir sebelumnya oleh
serambinews.com, kampus Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Unversitas Syiah Kuala
(Unsyiah) Gayo Lues (Galus) di Blangnangka, Kecamatan Blangjerango resmi
beroperasi pada Senin (16/2).
Para mahasiswa yang sebelumnya kuliah di
Banda Aceh, mulai menjalani kuliah perdana, walau untuk semester II dengan
jumlah 98 mahasiswa yang tersebar di tiga jurusan.
Kuliah perdana dibuka oleh Wakil Bupati
Galus, Adam SE didampingi Pembantu Rektor I, para dosen dan ketua bidang studi
dari Unsyiah Banda Aceh, Senin (16/2). Dalam kesempatan itu, Wabup Galus
menyatakan akan segera mengembangkan tanaman sere wangi di sekitar lahan kampus
yang masih tersisa, sekitar 50 hektare lagi.
Adam meminta mahasiswa harus mandiri,
seperti hasil produksi sere wangi yang akan digunakan untuk biaya kuliah para
mahasiswa. “Tidak perlu donatur dalam pengembangan sere wangi, karena mahasiswa
juga bisa mengelola sendirinya, sehingga mandiri,” sebut Wabup Galus, seraya
menambahkan pengembangan sere wangi dibagi per fakultas.
Sementara itu, Dr Rajab Bahri salah satu
dosen Unsyiah yang juga putra Galus mengatakan, rombongan dari Unsyiah Banda
Aceh, termasuk Pembantu Rektor I, Dr Hizir, selain ketua bidang studi dan para
dosen lainnya yang berjumlah sekitar 10 orang.
“Awalnya jumlah mahasiswa PDD Unsyiah Galus
yang mengikuti kuliah perdana semester 1 Banda Aceh berjumlah 108 orang, kini
menjadi 98 mahasiswa yang tersebar di Fakultas FKIP, Ekonomi dan Pertanian,”
sebut Rajab. Dia menyatakan sejumlah mahasiswa tidak mampu kuliah dan berhenti
sendiri.[]
(serambinews.com)
0 komentar :