Minggu, 15 Maret 2015

Kalah Trend Dengan Batu Giok, Pedagang Burung di Aceh Gigit Jari

Unknown     22.30    

Kalah Trend Dengan Batu Giok, Pedagang Burung di Aceh Gigit Jari
Ilustrasi
PERSePSIPOST, BANDA ACEH - Demam mengoleksi batu akik sedang melanda negeri ini. Aceh adalah salah satu tempat di mana warganya mulai tergila-gila dengan keindahan batu alam tersebut. Akan tetapi, tren mengoleksi batu giok maupun akik ternyata berimbas kepada hal lain. Yakni menurunnya hobi bermain burung hias dan kicau. 

Omzet pedagang burung pun mulai menurun. Padahal sebelum kegemaran mengoleksi batu cincin meledak, pedagang burung di Banda Aceh bisa meraup keuntungan yang lumayan.

"Omzet penjualan burung kicau selama demam batu akik ini jauh berkurang," kata Ahmad, pemilik toko penjual burung Ahmad Jaya, Sabtu (14/3).

Ahmad sejak lama menjual burung kicau dan makanan ternak berlokasi di kawasan Neusu, Banda Aceh. Ia mengungkapkan, sebelum demam batu akik, dia bisa menjual burung dengan omzet mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Tetapi keadaan sekarang berbanding terbalik.

"Saat ini yang rutin datang biasanya hanya untuk membeli makanan (umpan) saja," ujar Ahmad.

Faktor lain yang membuat omzetnya menurun menurut Ahmad adalah sepinya gelaran kontes burung. Sebab seiring demam batu akik, kontes burung sudah jarang digelar. Imbasnya adalah berkurangnya minat pehobi burung karena imbas demam batu akik.

Hal sama juga dialami oleh seorang pedagang burung lainnya di Aceh. Salah satu toko di kawasan Keutapang malah terpaksa membanting harga berbagai jenis burung kicau. Dulu di toko ini bisa menjual burung jenis kacer dengan banderol Rp 500 ribu. Tetapi sekarang toko ini terpaksa menjual burung ini setengah harga, bahkan bisa lebih rendah dari itu.

"Ambil terus bang, ini sudah makan voer (pakan burung dari dedak). Buat abang saya kasih Rp 250 saja," kata Ismail, pemilik toko di Keutapang.


Kendati demikian, Ismail tetap optimis hobi burung kicau akan kembali menggeliat. Dia yakin demam batu akik tidak bakal lama. "Bisa jadi sebentar lagi mereka yang dulu hobi dengan burung kicau akan kembali ke hobi ini," tutup Ismail.[]  (Acehxpress.com) 

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger