PERSePSIPOST -- Indonesia tidak hanya
dikenal dengan alamnya yang luar biasa. Namun, banyak hal-hal lain yang
dimiliki indonesia yang patut dibanggakan. Salah satunya penulis-penulis
indonesia yang terkenal sampai ke negeri orang. Dibawah ini 6 penulis
putra-putri indonesia yang mendunia.
1. Pramoedya Ananta
Toer
Siapa yang tak kenal
dengan Pram, penulis yang tetap produktif meski dalam penjara. Karyanya yang
luar biasa salah satunya adalah Tetralogi Pulau Buru yang ditulis oleh dirinya
ketika diasingkan keterasingan menjadi tahanan politik di Pulau Buru selama 10
tahun. Pram telah menghasilkan lebih dari 50 buku dan diterjemahkan ke dalam
lebih dari 41 bahasa asing.
Prestasinya sebagai
sastrawan kebanggaan Indonesia membuatnya diganjar dengan berbagai penghargaan
internasional seperti Fredom to Write Award dari PEN American Center,
penghargaan dari The Fund for Free Expression, Wertheim Award, Ramon Magsaysay
Award, UNESCO Madanjeet Singh Prize dan masih banyak lagi.
2. Suwarsih Djojopuspito
Nama ini mungkin
masih terdengar asing di telinga kita. Suwarsih Djojopuspito lahir pada 21
April 1912 merupakan salah satu penulis Indonesia yang hidup dan merasakan masa
penjajahan di Indonesia. Semasa hidupnya setidaknya Suwarsih menghasilkan 9
buku yang bukan hanya terbit di Indonesia tetapi juga diakui di negeri Belanda.
Karyanya yang terkenal berjudul Manusia Bebas atau Buiten het Gareel dalam
bahasa Belanda.
3. Taufik Ismail
Taufik Ismail
merupakan salah satu sastrawan kebanggan kita, lahir pada 25 Juni 1935
karya-karyanya diterjemahkan kedalam banyak bahasa salah satunya Inggris,
Prancis, Jerman, Rusia dan China. Taufik Ismail dulunya berkuliah di Fakultas
Kedokteran Hewan dan Peternakan UI (sekarang IPB), akan tetapi kesukaannya
terhadap sastra menjadikannya salah satu tokoh penting yang juga turut
mendirikan DKJ. Taufik Ismail pernah mendapatkan penghargaan Cultural Visit
Award dari Australia, South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand dan
masih banyak lagi.
4. Ahmad Thohari
Bagi kamu yang pernah
menonton Sang Penari pasti tahu bahwa film tersebut diangkat dari karya sastra
Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Thohari. Sastrawa yang lahir pada 13
Juni 1948 ini pernah berkuliah di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun,
Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman dan Fakultas Sosial Politik Universitas
Sudirman.
Trilogi Ronggeng
Dukuh Paruk karyanta telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Jerman,
Belanda dan Inggris. Selain karyanya yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa,
Ahmad Thohari pun mendapat penghargaan Sastra ASEAN, SEA Writer Award di tahun
1995.
5. NH Dini
Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang akrab kita
sebut NH Dini lahir pada 29 Februari 1936 adalah seorang sastrawan, novelis dan
feminis Indonesia. Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra ini
telah melahirkan lebih dari 20 buku yang banyak bercerita tentang wanita.
Karya-karyanya antara
lain Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Pertemuan Dua Hati (1986) dan
masih banyak lagi yang diambilnya dari realita dan kepekaan terhadap
lingkungan. Anaknya, seperti kita tahu Pierre Coffin adalah Sutradara film
Despicable Me.
6. Mochtar Lubis
Mochtar Lubis lahir di Padang pada 7 Maret 1922.
Karya-karyanya antara lain Perempuan(1956), Kuli Kontrak(1982), Harimau!
Harimau! (1975) dan banyak lagi baik cerpen, essai ataupun novel. Mochtar Lubis
pernah mendapat penghargaan Magsaysay Award dari Pemerintah Filipina dan Pena
Emas dari World Federation of Editor & Publisher.
Banyak juga sastrawan
lainnya yang mulai merambah kancah internasional seperti Andrea
Hirata, Dewi Lestari, dan lainnya. Jadi, mari terus tingkatkan kegemaran
membaca dan produktifitas menulis. Semoga Indonesia bisa semakin mendunia lewat
karya tulisnya.
(Sumber: Liputan6)
Baca Juga :

.jpg)





0 komentar :