![]() |
| Wapres Jusuf Kalla (kanan) bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla sarapan dengan menu Songkolo dalam acara Bosowa Food Festival di Lapangan Karebosi, Makassar, 28 Februari 2015. TEMPO/Fahmi Ali |
PERSePSIPOST, YOGYAKARTA--Para aktivis antikorupsi Yogyakarta akan menghadang kedatangan Wakil
Presiden Jusuf Kalla ke Yogyakarta, Sabtu, 7 Maret 2015. Mereka menuding
pemerintah tidak serius memberantas korupsi namun malah mengebiri Komisi
Pemberantasan Korupsi.
JK akan menghadiri peresmian gedung Pascasarjana-JK School of Government Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Para aktivis menghadang di pintu masuk universitas itu dengan tapa bisu. Sementara itu, di pertigaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga di Jalan Adi Sucipto, Front Aksi Mahasiswa Jogja juga akan menghadang dengan membakar ban.
"Pemberantasan korupsi mengalami kemunduran, suara kritis mulai dibungkam. Rezim hari ini makin represif," kata Tri Wahyu K.H., koordinator Masyarakat Sipil Anti-Korupsi Yogyakarta, Sabtu, 7 Maret 2015.
Baharuddin Kamba, Ketua Divisi Pengaduan Jogja Corruption Watch, mengungkapkan KPK saat ini sudah lempar handuk, menyerah dalam memberantas korupsi. Apalagi yang kelas kakap. Buktinya, ada konspirasi dengan pihak yang bermasalah dengan melimpahkan tersangka korupsi yang pernah ditangani ke Kejaksaan Agung.
"Sekelas KPK saja dilemahkan, apalagi penegak hukum lainnya. Indonesia sudah darurat korupsi. Lawan!" katanya.[]
JK akan menghadiri peresmian gedung Pascasarjana-JK School of Government Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Para aktivis menghadang di pintu masuk universitas itu dengan tapa bisu. Sementara itu, di pertigaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga di Jalan Adi Sucipto, Front Aksi Mahasiswa Jogja juga akan menghadang dengan membakar ban.
"Pemberantasan korupsi mengalami kemunduran, suara kritis mulai dibungkam. Rezim hari ini makin represif," kata Tri Wahyu K.H., koordinator Masyarakat Sipil Anti-Korupsi Yogyakarta, Sabtu, 7 Maret 2015.
Baharuddin Kamba, Ketua Divisi Pengaduan Jogja Corruption Watch, mengungkapkan KPK saat ini sudah lempar handuk, menyerah dalam memberantas korupsi. Apalagi yang kelas kakap. Buktinya, ada konspirasi dengan pihak yang bermasalah dengan melimpahkan tersangka korupsi yang pernah ditangani ke Kejaksaan Agung.
"Sekelas KPK saja dilemahkan, apalagi penegak hukum lainnya. Indonesia sudah darurat korupsi. Lawan!" katanya.[]
(TEMPO.CO)

0 komentar :