![]() |
| ilustrasi |
YUNANI -- Pemerintahan baru Yunani dengan tegas menolak dana talangan
baru dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional atau IMF. Kebijakan ini
sudah didengung-dengungkan Alexis Tsipras, pemimpin partai radikal Syriza yang
kini menjadi Perdana Menteri Yunani.
Kebijakan
Tsipras berisiko tinggi. Sejumlah pengamat khawatir keuangan Yunani dapat
bertahan lama.
"Dari
yang saya dengar, Yunani belum tentu dapat bertahan hingga Februari," ucap
Alexandre Delaigue, profesor ekonomi dari akademi militer Saint-Cyr pada AFP,
Sabtu (31/1/2015).
Tsipras
dan jajarannya menghadapi utang besar negara sejak memenangkan pemilihan umum
belum lama ini. Menurut BNP Paribas, Yunani harus membayar utang 9 miliar Euro
pada IMF pada 2015, termasuk 2,3 Euro pada Februari dan Maret.
Yunani
juga mempunyai utang 6,7 miliar Euro pada Bank Sentral Eropa, yang harus
dibayarkan pada Juli dan Agustus. Terdapat utang lainnya hingga 15 miliar Euro
di sejumlah bank Yunani.
Sebelumnya,
Tsipras bertekad akan melakukan negosiasi ulang dengan Uni Eropa dan IMF
terkait dana talangan USD269 juta. Ia juga berjanji meningkatkan upah mininum
dan dana pensiun Yunani.
(Metronews.com).

0 komentar :