![]() |
| logo Unigha |
SAYA memberi apresiasi
dan mendukung Gubernur Zaini Abdullah yang akan memperjuangkan penegerian
Universitas Al-Muslim (Umuslim) Matang Glumpangdua, Bireuen, sebagaimana
diberitakan media massa (Sabtu, 31/1/2015).
Umuslim sudah menenuhi
syarat menjadi universitas negeri antara lain karena jumlah mahasiswanya
banyak, gedungnya mentereng dan prodinya sudah sangat memadai. Dengan status
negeri itu kita harapkan nantinya Umuslim akan semakin maju dan berkembang.
Saya sangat
mengharapkan kiranya Gubernur Zaini Abdullah juga ikut menaruh perhatian
terhadap Universitas Jabal Ghafur (Unigha) di Gle Gapui Pidie, niscaya
diperjuangkan untuk dinegerikan. Harapan ini sangat beralasan, karena Unigha
merupakan lembaga pendidikan tinggi swasta tertua di Aceh.
Betapa tidak, beberapa
lembaga pendidikan tinggi swasta yang lebih muda darinya sudah dinegerikan.
Lebih dari itu sepengetahuan saya masyarakat Pidie, para mahasiswa, dosen, dan
para pimpinan universitas ini juga sangat mengharapkan penegerian Unigha.
Memang sesuai mekanisme
baku penegerian lembaga pendidikan tinggi swasta harus diinisiasi dan disetujui
oleh Yayasan, DPRD, dan Pemkab setempat. Tetapi pihak Yayasan yang mengelola Unigha
masih bersikap dingin, bahkan belum berkenan terhadap penegerian Unigha.
Padahal sejatinya
sebagaimana pola pandang cerdas, humanis dan perspektif pimpinan yayasan
lembaga pendidikan tinggi swasta baik yang sudah dinegerikan maupun sudah
berkeinginan untuk dinegerikan di Aceh juga ditularkan oleh pihak Yayasan
Unigha, DPRD dan Pemkab Pidie.
Oleh sebab musabab ini,
saya sangat mengharapkan Gubernur Aceh Zaini Abdullah, sebagaimana keinginannya
memperjuangkan penegerian Umuslim, sejatinya pula mempunyai keinginan
memperjuangkan penegerian Unigha, “jantong hate” rakyat Pidie. Semoga!
Ghazali Abbas Adan
Anggota DPD RI Wakil Aceh. Email: ghazali.adan@gmail.com

0 komentar :