Jumat, 13 Februari 2015

Oknum Anggota DPRK Bener Meriah, Tempeleng Santriawati

Unknown     12.58    

Oknum Anggota DPRK Bener Meriah, Tempeleng Santriawati - See more at: http://leuserantara.com/oknum-anggota-dprk-bener-meriah-tempeleng-santriawati/#sthash.iXuUZFEN.dpuf
ilustrasi 

“Hanya karena anak oknum anggota DPRK Bener Meriah tersebut dikenai sanksi disiplin oleh kakak kelasnya, sehingga tamparan melayang ke pipi KI, sang senior yang kebetulan sebagai Hisbah (OSIS) di sekolah tersebut”


REDELONG - Nasip malang menimpa seorang santriawati (santri perempuan-Red) berinisial KI kelas II (dua) SMA Bustanul Arifin, yang terletak di Desa Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. 

KI ditampar oknum anggota DPRK Bener Meriah, hanya karena tidak terima anak oknum tersebut dikenai sanksi oleh kakak kelasnya sesuai peraturan sekolah, Kamis (12/2).

Musibah yang menimpa KI terjadi sekira pukul 17:00 WIB, Kamis 12 Pebruari 2015. Dari beberapa sumber Leuserantara yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan kronologis kejadin tersebut. Awalnya AU yang duduk di kelas III (tiga) SMP dan kebetulan anak seorang anggota DPRK Bener Meriah, terkena sanksi oleh Hisbah (OSIS-Red).

AU rambutnya yang terjurai nampak keluar dari jilbabnya (melebihi panjang jilbab) sudah berkali-kali ditegur, agar rambutnya dirapikan. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan, sehingga kakak kelasnya KI yang kebetulan sebagai petugas Hisbah memotong sedikit ujung rambutnya itu. Mungkin, karena kesal AU serta-merta melapor ke orang tuanya yang kebetulan anggota dewan.

“Teguran dan sanksi pelanggaran disiplin bukan hanya untuk dia (AU) saja, melainkan semua santri yang bandel juga terkena sanksi yang sama,” sebut sumber yang kebetulan ada di lokasi kejadian tersebut.

Karena, merasa tidak terima anaknya diberi sanksi, oknum dewan tersebut mendatangi Pasantren Bustanul Arifin yang di asuh oleh Tgk. Syarqawi Abdussomad (mantan ketua MPU Bener Meriah). Oknum dewan tersebut, langsung menjumpai KI dan menamparnya berkali-kali di hadapan santri lainnya dan disaksikan oleh banyak orang tua santri.

“Kebetulan setiap hari Kamis, orang tua para santri dari tempat yang jauh/luar daerah selalu datang untuk membesuk anak-anak mereka yang mondok di sana. Sehingga insiden tersebut disaksikan banyak orang,” ungkap sumber ini.

KI adalah santriawati yang berasal dari Aceh Tenggara, karena tidak terima dengan kekerasan yang menimpa dirinya, ahirnya KI melaporkan insiden ini kepada orang tuanya nun jauh di sana. Ahirnya, kasus tersebut berujung ke kepolisian.

Oknum dewan tersebut dilaporkan ke Polsek Bukit dengan sejumlah saksi, mulai dari hasil visum hingga saksi lainnya. Yang menjadi pertanyaan, mampukah santri ini mendapatkan keadilan dari pihak yang berwajib ?
Atau kasus ini hanya terpendam di meja aparat, serta menjadi catatan malaikat, bahwa seorang oknum pejabat Bener Meriah telah menganiaya santri yang sedang belajar ilmu agama. 


(LEUSERANTARA,COM) 

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger