Minggu, 08 Februari 2015

Nabila Shabrina, Sang ‘Bintang’ di Atjeh Batee Festival

Unknown     18.05    

Nabila Shabrina, Sang ‘Bintang’ di Atjeh Batee Festival

PESONA giok tak hanya menyihir warga Aceh, tapi juga memikat hati Putri Pariwisata Indonesia 2013, Nabilla Shabrina. Duta pariwisata asal Jawa Timur itu pun didapuk menjadi ikon di ajang Atjeh Batee Festival yang berlangsung pada 3-8 Februari 2015, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

“Sekarang kan memang sedang booming batu, tapi saya berharap ini bukan musiman. Jadi selain potensi alamnya yang indah, Aceh juga memiliki SDA berupa batu mulia. Tinggal lagi SDM-nya yang perlu dibangun agar warga Aceh sadar wisata,” kata Nabila Shabrina kepada Serambi, di sela-sela acara Atjeh Batee Festival, Kamis (5/2) lalu.

Dara kelahiran Kendal, 7 September 1993 itu tampak menjadi ‘bintang’ di kontes batu mulia yang baru pertama kalinya digelar di Aceh. Setidaknya ini terlihat para pengunjung festival yang kerap mengajaknya berbincang soal batu, bahkan tak sedikit pula yang kemudian mengajaknya untuk berfoto selfie.

Nabila, begitu sapaan akrab Putri Pariwisata Indonesia 2013 itu, mengaku bahwa ini merupakan kali ketiga ia menginjakkan kaki di Aceh. Sebelumnya, ia ke provinsi paling barat wilayah Tanah Air ini dalam rangka peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2013 dan peringatan 10 tahun tsunami 26 Desember 2014 lalu.

Bungsu dari tujuh bersaudara ini mengatakan budaya sadar wisata akan membuat pelancong selalu ingin kembali lantaran merasa tak cukup datang sekali. Menurut Nabilla, yang menjadi daya tarik utama pariwisata justru terletak pada keramahan warga, yang kemudian menjadi sebuah budaya.

Di mata dia penting bagi pemerintah Aceh dan stakeholders mensosialisasikan budaya sadar wisata kepada warganya. “Jadi kita tak lagi mendengar ada wisatawan yang kapok ke tempat itu lantaran ditipu atau semacamnya,” tegas perempuan yang bercita-cita sebagai pebisnis ini.
Menurut Putri Pariwisata Indonesia ke-6 itu, Sumur Tiga, Sabang menjadi destinasi favoritnya di Aceh. Panorama pantai nan indah adalah alasan kerinduannya untuk selalu bisa kembali. Duta yang mengemban misi wonderfull Indonesia itu tak menampik kemolekan alam negeri Zamrud Khatulistiwa. Namun Nabilla tak memungkiri tak mudah untuk membuat warganya sendiri cinta terhadap produk lokal, konon lagi membangun budaya sadar wisata.

“Ini menjadi program Duta Pariwisata yang dilakukan secara berkelanjutan karena memang membutuhkan waktu yang lama untuk itu. Sejauh ini Bali masih menjadi satu-satunya contoh dari suksesnya kesadaran wisata setempat,” paparnya.

Mahasiswi Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu mengaku usai menempuh pendidikan, dirinya ingin merintis bisnis di bidang ekonomi kreatif. Keikutsertaan putri pasangan Achmad Fuad dan Dewi Sekar ini dalam kontes duta pariwisata pun tak lepas dari kecintaannya terhadap kekayaan alam dan khazanah budaya Indonesia.

Pemilik tinggi 173 Cm dengan berat 60 Kg tersebut mengaku saat ini kuliah dan perannya memperkenalkan pariwisata Indonesia telah menyita waktunya. Nabilla sendiri sekarang berdomisili di Surabaya sehingga sulit baginya menekuni dunia hiburan yang berporos di ibu kota Jakarta.

Nabila yang kepincut pada citarasa mie Aceh tersebut mengaku ingin menyelesaikan kuliah tepat waktu, sehingga bisa menyandang gelar seorang engineer tahun depan. Nabilla bertekad menyeimbangkan pendidikan dengan kesibukannya sebagai Duta Pariwisata.

Selain menjadi ikon di Atjeh Batee Festival, kunjungannya kali ini juga untuk menghadiri penerbangan perdana Garuda Indonesia dengan rute Kuala Namu-Sabang. “Aceh tidak seperti yang terdengar keluar. Saya sudah membuktikan kalau kesan orang di luar sana tentang Aceh tidak benar. Semoga giok dan pesona alam Aceh menghadirkan citra baru bagi Aceh,” ujar Nabila mengakhiri bincang-bincang dengan Serambi. 
(serambiindonesia) 



0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger