![]() |
| Giok Aceh |
PERSePSIPOST, MEULABOH - Korban tsunami Aceh 2014 silam
yang menamakan diri Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Sabtu
(21/2) sekitar pukul 16.00 WIB, membuka lapak pelelangan batu giok (akik) di
Kafe Endatukupi, Meulaboh, Aceh Barat.
Aksi penggalangan dana dari batu mulia yang
kini sedang naik daun itu dimaksudkan untuk mengembalikan bantuan kemanusiaan
yang pernah diberikan masyarakat dan Pemerintah Australia untuk rakyat Aceh
yang dilanda tsunami 26 Desember 2004.
Seperti dilansir serambinews.com,
aksi pelelangan batu giok itu dilakukan oleh sekitar 15 korban tsunami yang
bergabung di GPRS. Mereka memajang giok yang sudah jadi batu cincin maupun yang
belum diolah (bahan mentahnya). Namun, aksi tersebut sempat membuat geger
masyarakat yang sedang santai di kafe maupun yang melintasi kawasan tersebut.
Aksi korban tsunami dalam menggalang dana
untuk mengembalikan bantuan Australia itu turut pula diliput para wartawan
lokal dan nasional. Koordinator aksi yang juga Ketua GPRS Aceh Barat, Edi
Candra mengatakan, aksi penggalangan dana dari batu giok ini adalah sebagai
bentuk kekecewaan korban tsunami kepada Pemerintah Australia.
Terutama terkait dengan pernyataan Perdana
Menteri Tony Abbott yang mengungkit-ungkit kembali bantuan yang pernah mereka
berikan untuk para korban tsunami di Aceh yang dikaitkan dengan upaya agar
Pemerintah RI tidak mengeksekusi mati dua warga Australia yang nyata-nyata
terlibat narkoba.
“Dana yang kami galang dari lelang batu
giok ini akan kami kirimkan melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta sebagai
pengembalian bantuan dari apa yang pernah diberikan Australia kepada rakyat
Aceh pascatsunami,” ujarnya.
Masih menurut Edi, penggalangan dana dari
lelang batu giok yang kini merupakan ikon baru Aceh itu akan terus dilakukan
GPRS Aceh Barat.
“Kami juga meminta Pemerintah Aceh agar
menyampaikan pernyataan tegas kepada PM Australia sehingga ke depan pernyataan
seperti itu tidak dia ulang lagi. Pernyataan itu sangat melukai hati kami
selaku korban tsunami,” imbuh Edi.
Edi berpendapat, penyelundup ataupun mafia
narkoba antarnegara sudah sepantasnya dihukum mati karena perbuatannya itu
sangat merusak generasi muda Indonesia.
“Jadi, jangan sampai Pemerintah RI
terpengaruh dengan rayuan PM Australia itu. Laksanakan saja eksekusi mati
tersebut! Mengenai bantuan Australia kepada korban tsunami di Aceh Barat, akan
kami ganti dari uang lelang giok,” tegas Edi.
Seperti diketahui, bantuan Australia yang
pernah dibangun di Aceh Barat pascatsunami di antaranya sejumlah gedung
sekolah, kantor pemerintah, dan kantor desa.[]
(serambinews.com)
.jpg)
0 komentar :