Minggu, 22 Februari 2015

Korban Tsunami Lelang Giok Kembalikan Bantuan Australia

Unknown     21.59    

Korban Tsunami Lelang Giok Kembalikan Bantuan Australia
Giok Aceh 
PERSePSIPOST, MEULABOH - Korban tsunami Aceh 2014 silam yang menamakan diri Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Sabtu (21/2) sekitar pukul 16.00 WIB, membuka lapak pelelangan batu giok (akik) di Kafe Endatukupi, Meulaboh, Aceh Barat.

Aksi penggalangan dana dari batu mulia yang kini sedang naik daun itu dimaksudkan untuk mengembalikan bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan masyarakat dan Pemerintah Australia untuk rakyat Aceh yang dilanda tsunami 26 Desember 2004.

Seperti dilansir serambinews.com, aksi pelelangan batu giok itu dilakukan oleh sekitar 15 korban tsunami yang bergabung di GPRS. Mereka memajang giok yang sudah jadi batu cincin maupun yang belum diolah (bahan mentahnya). Namun, aksi tersebut sempat membuat geger masyarakat yang sedang santai di kafe maupun yang melintasi kawasan tersebut.

Aksi korban tsunami dalam menggalang dana untuk mengembalikan bantuan Australia itu turut pula diliput para wartawan lokal dan nasional. Koordinator aksi yang juga Ketua GPRS Aceh Barat, Edi Candra mengatakan, aksi penggalangan dana dari batu giok ini adalah sebagai bentuk kekecewaan korban tsunami kepada Pemerintah Australia.

Terutama terkait dengan pernyataan Perdana Menteri Tony Abbott yang mengungkit-ungkit kembali bantuan yang pernah mereka berikan untuk para korban tsunami di Aceh yang dikaitkan dengan upaya agar Pemerintah RI tidak mengeksekusi mati dua warga Australia yang nyata-nyata terlibat narkoba.

“Dana yang kami galang dari lelang batu giok ini akan kami kirimkan melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta sebagai pengembalian bantuan dari apa yang pernah diberikan Australia kepada rakyat Aceh pascatsunami,” ujarnya.
Masih menurut Edi, penggalangan dana dari lelang batu giok yang kini merupakan ikon baru Aceh itu akan terus dilakukan GPRS Aceh Barat.

“Kami juga meminta Pemerintah Aceh agar menyampaikan pernyataan tegas kepada PM Australia sehingga ke depan pernyataan seperti itu tidak dia ulang lagi. Pernyataan itu sangat melukai hati kami selaku korban tsunami,” imbuh Edi.

Edi berpendapat, penyelundup ataupun mafia narkoba antarnegara sudah sepantasnya dihukum mati karena perbuatannya itu sangat merusak generasi muda Indonesia.

“Jadi, jangan sampai Pemerintah RI terpengaruh dengan rayuan PM Australia itu. Laksanakan saja eksekusi mati tersebut! Mengenai bantuan Australia kepada korban tsunami di Aceh Barat, akan kami ganti dari uang lelang giok,” tegas Edi.

Seperti diketahui, bantuan Australia yang pernah dibangun di Aceh Barat pascatsunami di antaranya sejumlah gedung sekolah, kantor pemerintah, dan kantor desa.[]
(serambinews.com)



0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger