Selasa, 17 Februari 2015

Gunung Geurute Dikhawatirkan Longsor, Banyak Warga Berburu Batu Bacan

Unknown     11.09    

Petugas mengamankan batu giok yang diperkirakan seberat 20 ton di dalam areal hutan lindung di Gunung Singgah Mata, Gampong Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Kamis (12/2) lalu. Batu alam ini sempat menjadi rebutan dan nyaris menyebabkan konflik antar warga. SERAMBI/DEDI ISKANDAR 

PERSePSIPOST, CALANG - Gunung Geurute Kecamatan Jaya, Aceh Jaya dikhawatirkan akan longsor jika warga tak berhenti untuk berburu batu bacan dan giok yang belakangan ditemukan di kawasan itu. Batu yang berwarna biru seperti air laut itu telah  mengundang penasaran ratusan warga untuk berbondong-bondong menggalinya.  

Batu yang dimaksud tidak jauh dari badan  jalan lintas Banda Aceh-Calang, warga datang ke lokasi membawa palu dan linggis dan senter untuk membelah bongkahan batu. Meski sangat membahayakan jalan lintas Banda Aceh-Calang, hingga saat ini belum ada larangan secara khusus dari pemerintah setempat, agar karang-karang yang ada disisi jalan dan tebing gunung tidak dihancurkan atau dirusak.

Seperti yang dilansir serambinews.com, Camat Jaya, Aceh Jaya Sabirin SE membenarkan bahwa saat ini warga mulai banyak berdatangan ke puncak Gunung Geurutee untuk memperoleh batu mulia jenis bacan.

Namun menurutnya, jika batu mulia di puncak Gunug Geurutee terus dibiarkan untuk diambil , maka jalan lintas Banda Aceh-Calang akan terancam runtuh, karena karang-karang ditebing gunung dihancurkan oleh pemburu batu giok dan bacan.

“Kita sudah melakukan sosialisasi berupa larangan, agar tidak ada warga yang mengambil batu di daerah itu terlebih di sisis badan jalan, karena akan sangat berbahaya. Kita sudah laporkan hal ini kepada bupati Aceh Jaya dan masih menunggu kebijakan selanjutnya,” jelas Sabirin.

Sementara para pemburu batu berharap pemerintah tidak melarang mereka mencari batu di kawasan itu. “Kita berharap pemerintah tidak melarang  pengambilan batu mulia ini, biarkan kami biasa memperoleh rizki dari batu mulia yang ada di puncak Gunung Geurutee,” harap Syahril didampingi belasan warga lainnya yang sedang menggali batu.
(serambi indonesia) 


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger