![]() |
| ilustrasi |
LHOKSUKON – Rizal Fahmi
(27) dan Faisal (26), masing-masing warga Desa Ampeh dan Desa Alue, Kecamatan
Tanah Luas, Aceh Utara, hingga Jumat (6/2) kemarin belum juga dibebaskan oleh
sekelompok pria yang menculiknya. Korban belum dibebaskan, kabarnya karena pihak
keluarga hanya sanggup menyediakan uang tebusan Rp 70 juta dari Rp 100 juta
yang diminta penculik.
Dua sekawan itu diculik
pada Rabu (4/2) sekitar pukul 00.30 WIB di kawasan Tanah Luas saat berboncengan
naik sepeda motor. Mereka disandera karena penculiknya ingin mendapatkan uang
tebusan Rp 100 juta, seperti dikatakan penculik kepada keluarga korban.
Sementara itu,
pascainsiden penculikan, aparat Polres Aceh Utara hingga sore kemarin terus
berupaya menyisir pedalaman Tanah Luas dan sekitarnya karena diduga kedua
sandera dibawa pelaku ke kawasan itu.
Selain itu, pada Kamis
(5/2) sekitar pukul 20.30 WIB, aparat Polsek Lhokseumawe juga sempat membawa
tiga pemuda di kawasan line pipa Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, ke
mapolres. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, ketiganya langsung dikembalikan
ke keluarganya pada Jumat (6/2) siang, karena tak cukup bukti keterlibatan
mereka dalam kasus penculikan itu.
Pihak keluarga korban
hingga kemarin sore juga belum mengetahui di mana kedua disekap. Sehari
sebelumnya pelaku menginformasikan bahwa kedua korban mereka bawa ke pedalaman
Aceh Timur.
Namun, dalam pembicaraan
terakhir via telepon genggam, sudah sempat dibicarakan soal tebusan. Namun,
para penculik menolak untuk membebaskan kedua sandera jika uang tebusan yang
disanggupi keluarga korban hanya Rp 70 juta.
“Pelaku tetap ngotot Rp
100 juga, baru bersedia membebaskan kedua pemuda itu,” ujar sumber Serambi.
Bahkan, lanjut sumber
yang tak ingin disebut namanya itu, pelaku sepertinya memasang mata-mata di
kawasan Tanah Luas untuk memantau gerak-gerik keluarga korban dan polisi,
sehingga apa pun yang dilakukan keluarga korban dan polisi di kecamatan itu
diketahui oleh kelompok penculik tersebut.
Kapolres Aceh Utara,
AKBP Achmadi kepada Serambi mengatakan sampai kemarin siang pihak keluarga
belum juga melaporkan secara resmi kasus penculikan itu. Namun, pihaknya terus
berupaya memburu kelompok tersebut. “Sejumlah personel sudah saya kerahkan ke
lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku,” ujar Kapolres Aceh
Utara.
Menurutnya, jajaran
Polres Aceh Utara juga aktif mengadakan patroli dan razia di kawasan tertentu
guna mempersempit ruang gerak pelaku dan sanderanya bisa segera dibebaskan
dalam keadaan hidup. “Karena sanderanya belum dibebaskan, maka petugas masih
terus berupaya mengejar pelaku dan mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber,” pungkas AKBP Achmadi.
(serambiindonesia)

0 komentar :