Minggu, 08 Februari 2015

Dua Pemuda Diculik belum Dibebaskan

Unknown     13.08    

Dua Pemuda Diculik belum Dibebaskan
ilustrasi 

LHOKSUKON – Rizal Fahmi (27) dan Faisal (26), masing-masing warga Desa Ampeh dan Desa Alue, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, hingga Jumat (6/2) kemarin belum juga dibebaskan oleh sekelompok pria yang menculiknya. Korban belum dibebaskan, kabarnya karena pihak keluarga hanya sanggup menyediakan uang tebusan Rp 70 juta dari Rp 100 juta yang diminta penculik.

Dua sekawan itu diculik pada Rabu (4/2) sekitar pukul 00.30 WIB di kawasan Tanah Luas saat berboncengan naik sepeda motor. Mereka disandera karena penculiknya ingin mendapatkan uang tebusan Rp 100 juta, seperti dikatakan penculik kepada keluarga korban.

Sementara itu, pascainsiden penculikan, aparat Polres Aceh Utara hingga sore kemarin terus berupaya menyisir pedalaman Tanah Luas dan sekitarnya karena diduga kedua sandera dibawa pelaku ke kawasan itu.

Selain itu, pada Kamis (5/2) sekitar pukul 20.30 WIB, aparat Polsek Lhokseumawe juga sempat membawa tiga pemuda di kawasan line pipa Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, ke mapolres. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, ketiganya langsung dikembalikan ke keluarganya pada Jumat (6/2) siang, karena tak cukup bukti keterlibatan mereka dalam kasus penculikan itu.

Pihak keluarga korban hingga kemarin sore juga belum mengetahui di mana kedua disekap. Sehari sebelumnya pelaku menginformasikan bahwa kedua korban mereka bawa ke pedalaman Aceh Timur.

Namun, dalam pembicaraan terakhir via telepon genggam, sudah sempat dibicarakan soal tebusan. Namun, para penculik menolak untuk membebaskan kedua sandera jika uang tebusan yang disanggupi keluarga korban hanya Rp 70 juta.

“Pelaku tetap ngotot Rp 100 juga, baru bersedia membebaskan kedua pemuda itu,” ujar sumber Serambi.
Bahkan, lanjut sumber yang tak ingin disebut namanya itu, pelaku sepertinya memasang mata-mata di kawasan Tanah Luas untuk memantau gerak-gerik keluarga korban dan polisi, sehingga apa pun yang dilakukan keluarga korban dan polisi di kecamatan itu diketahui oleh kelompok penculik tersebut.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi kepada Serambi mengatakan sampai kemarin siang pihak keluarga belum juga melaporkan secara resmi kasus penculikan itu. Namun, pihaknya terus berupaya memburu kelompok tersebut. “Sejumlah personel sudah saya kerahkan ke lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku,” ujar Kapolres Aceh Utara.

Menurutnya, jajaran Polres Aceh Utara juga aktif mengadakan patroli dan razia di kawasan tertentu guna mempersempit ruang gerak pelaku dan sanderanya bisa segera dibebaskan dalam keadaan hidup. “Karena sanderanya belum dibebaskan, maka petugas masih terus berupaya mengejar pelaku dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,” pungkas AKBP Achmadi. 
(serambiindonesia) 

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger