Rabu, 18 Februari 2015

Ada Praktik Ritual Aneh Di Benteng Inong Balee

Unknown     17.06    

Ada Praktik Aneh Di Benteng Inong Balee
Benteng Inong Balee 
PERSePSIPOST, Banda Aceh -- Belasan perempuan dan laki-laki membacakan semacam syair dalam Bahasa Aceh dibawah tenda yang dipasang di lokasi Benteng Inong Bale, Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (15/2/2015). Seorang wisatawan asal Malaysia mencoba merekam ritual itu. Tiba-tiba seorang perempuan menghardiknya dan meminta agar rekaman dihapus. Ada apa? 
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang wisatawan Asal Malaysia mencoba mengabadikan ritual yang dilakukan belasan orang yang membaca semacam syair dalam Bahasa Aceh. Tiba-tiba seorang perempuan yang disebut bernama Bunda, keluar dari tenda kemudian memarahi wisatawan malaysia tersebut dan meminta agar rekaman di hapus.
“Hei, hapus rekaman tadi. Cepat. Saya tidak suka. Saya sudah cukup sabar selama ini, kalian hanya datang tanpa peduli terhadap tempat ini!,” Ujarnya dengan muka orang marah.
Suasana pun semakin tegang, seorang lelaki yang memegang pedang meminta agar rombongan wisatawan untuk segera meninggalkan lokasi benteng tersebut.
“Cepat, kalian tinggalkan lokasi ini,” Bentaknya dengan muka marah sambil mengacungkan pedang.
Begitu rombongan wisatawan itu pulang, kejadian aneh lainnya terjadi. Seorang peserta perempuan yang  membaca syair, tiba-tiba dirasuki iblis. Dia berteriak-teriak sambil meronta –ronta.
Sejenak kemudian dia berlari menuju peraduan api. Teman-temannya yang lain mencoba menyelamatkan perempuan itu. Sedangkan yang lainnya terus membaca syair itu. Prosesi kerasukan tersebut bertepatan saat sama limong (dalam kepercayaan Aceh disebut dengan waktunya jin keluar dari persembunyian. Waktunya menjelang magrib-red).

Warga Tidak Ramah

Informasi tentang pelarangan wisatawan untuk masuk ke benteng dan kawasan Lamuri sudah santer terdengar semenjak The Globe Journal memasuki kawasan itu. Hal itu baru nyata ketika di jalan beberapa kali dicegat oleh pemuda setempat. Kepada rombongan lain mereka meminta uang.
Bahkan beberapa oknum warga sempat mengikuti The Globe Journal yang mengabadikan Benteng Inong Bale. Setiap potret yang menjurus ke tenda pasti dilarang.
Di lokasi Benteng Inong Bale sendiri, beberapa warga yang menjadi “pengikut” Bunda juga berperilaku sama. Aura Wajah mereka nampak curiga dan tidak bersahabat sedikitpun. Hal tersebut kemudian menjadi nyata, saat peristiwa perekaman ritual oleh wisatawan Malaysia. Mereka langsung beraksi dengan mengusir pengunjung. Bahkan Bunda itu sendiri sempat mengata-ngatai pelancong dengan kalimat kasar.
Geuchik setempat, saat ditanyai oleh beberapa pelancong, mengatakan bahwa sudah seharusnya meminta izin ketika memasuki kawasan peninggalan sejarah itu.
“kalau kemari, bawa surat lah. Nanti akan kami lihat boleh atau tidak. Kan begitu etikanya masuk ke rumah orang,” Ujarnya dengan wajah tidak bersahabat pula.

Bagi-bagi Uang

Seperti yang dilansir The Globe Journal. Beberapa warga yang tidak ikut ritual itu mengatakan Bunda tersebut sudah beberapa kali berkemah di sana. Kepada warga disana dia membagi-bagikan uang. Bahkan sudah dua kali melakukan penyembelihan kambing.
“Dia bawa banyak uang bang. Kepada warga di sini, yang mau ikut dengannya, dia membagikan uang. Bahkan dia berencana membangun masjid di lokasi Lamuri. Padahal kita tahu di cagar budaya, dilarang membangun apapun, termasuk masjid,” Ujarnya.
Terkait dengan adanya larangan warga luar memasuki kawasan itu, dibenarkan pula oleh sumber tadi.
“Mereka melarang orang luar masuk. Hanya warga di sini yang diperkenankan untuk berkunjung.,” Tambahnya.

Kelompok Pemburu Harta Karun

Dilansir The Globe Journal, Bunda merupakan salah satu jaringan pemburu harta karun peninggalan sejarah yang sudah cukup dikenal. Dia melakukan penggalian itu dengan cara melakukan ritual gaib.
Menurut sumber yang minta identitasnya tidak ditulis itu, kelompok Bunda Cs sering beraksi di berbagai lokasi di Aceh. Mereka biasanya menggali tanah yang ada di dekat situs purba, yang dipercayai mempunyai harta karun.
“Dia sudah cukup dikenal. Dia melakukan ritual terlebih dahulu, semacam meminta bantuan kepada jin,” Ujar sumber tadi.
Kemungkinan, warga yang ikut bersamanya, adalah mereka yang sudah berhasil diperalat dengan iming-iming pembagian hasil.
“kemungkinan demikian. Di kampung saya dia pernah beraksi dan polanya sama. Cuma, disana dia gagal bekerja karena di usir warga,” Tambahnya.

Pemerintah Harus Segera Turun Tangan

Haikal Afifa, aktivis kebudayaan Aceh, meminta Pemerintah agar segera turun tangan. Dia juga menghimbau MPU untuk segera bertindak.
“Saya telah mendengar kejadian itu.wisatawan luar negeri diusir. Saya sudah menelpon MPU. Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi ritualnya nada aneh,” Ujar Haikal.
Menurut Haikal, perilaku Bunda Cs selain telah merusak citra Aceh, juga terindikasi telah melenceng dari syariat islam. “Ritual mereka berbahaya. Saya sudah menelusurinya,” Ujarnya.
Selain itu, upaya pemburuan harta karun pada situs sejarah tentu mengancam kelangsungan sumber otentik sejarah. Penggalian yang mereka lakukan akan merusak situs sejarah yang ada. Lamuri sebagai pusat kajian Islam dan Aceh, tentu harus dilindungi dari upaya perusakan atas nama apapun. []
(theglobejournal.com) 


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger