Kamis, 05 Februari 2015

Aceh Surga Praktik Perdukunan

Unknown     19.41    

Aceh Surga Praktik Perdukunan
ilustrasi 
Banda Aceh – Walaupun telah sejak lama didengungkan sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, ternyata Aceh masih digentayangi oleh maraknya pengguna ilmu hitam atau sihir. Sihir yang menggunakan bantuan jin tersebut dimaksudkan untuk menyakiti orang lain atau mempercepat sampainya suatu keinginan.
“Masalah sihir banyak terjadi di Aceh,”kata Tgk Mukhlis Al Asyi, salah satu ahli ruqyah, Kamis (4/3/2014) dalam pengajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke.
Tgk Mukhlis menambahkan bahwa tidak sedikit kalangan masyarakat yang menjadi korban guna-guna. Misalnya, ada dugaan pasien terkena penyakit hernia. Setelah dibawa ke seluruh ahli medis tidak kunjung sembuh. Namun, setelah dilakukan ruqyah sesuai syariat Islam, pasien kembali sehat seperti sedia kala.
“Ruqyah harus dipelajari secara umum (masyarakat) untuk melawan dukun,”pungkasnya.
Sementara itu, Aceh juga masih dihantui oleh maraknya aliran sesat. Ia menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa pengikut aliran sesat terpengaruhi oleh tipu daya syaitan  dalam tubuhnya. Maka, mereka perlu diruqyah agar tidak lagi terjebak dalam kesesatan. Misalnya, pengikut aliran sesat Gafatar.
Meski demikian, praktek ruqyah yang tidak sesuai syariat Islam banyak juga terjadi. Ruqyah tersebut menggunakan bacaan-bacaan selain ayat Al-Quran. Bahkan pelaku praktek tersebut menggunakan pakaian persis seperti ustadz-ustadz pada umumnya.
“Ahli ruqyah dan ahli medis tidak boleh ego. Jika pasien tidak sembuh dengan ruqyah maka dibawa ke ahli medis. Begitu juga sebaliknya. Tetapi, kita tetap harus meyakini bahwa Al-Quran merupakan obat segala macam penyakit,”katanya.
Di samping itu, Tgk Mukhlis prihatin terhadap acara di televisi yang mempertontonkan aksi mengunjungi daerah yang angker. Turut hadir dalam acara itu lelaki lengkap dengan emblem ustadz. Padahal, secara jelas ia menggunakan sihir agar maksud dan tujuan dalam acara itu tercapai.
Ia menjelaskan bahwa belum ada dalil yang pasti asal mula munculnya sihir. Namun, berdasarkan sejarah, pada masa Nabi Sulaiman dan Nabi Musa permasalahan sihir ini sudah berkembang. Masa Sulaiman, kaum jin masih bisa menaiki langit dan mencuri rahasia di sana dari malaikat. Rahasia itu disampaikan kepada ahli nujum.
“Waktu Nabi Muhammad naik ke langit, saat itulah jin tidak bisa lagi naik ke langit,”papar Tgk Mukhlis.
Umumnya, pengunaan sihir di Aceh memiliki kemiripan dengan masa sihir pada masa Nabi Sulaiman. Yakni untuk mencelakai orang lain dan mempercepat sampai suatu keinginan. Hal ini menggolongkan mereka kepada kekufuran. Akan tetapi, sihir yang menggunakan manusia hanya sebatas media informasi hanya tergolong kepada dosa besar.

(theglobejournal.com)


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger