![]() |
| ilustrasi |
BLANGPIDIE - Sesosok mayat wanita tanpa busana--diduga paruh baya--tanpa
identitas yang telah membusuk, ditemukan warga dalam semak-semak sekitar 10
meter dari bahu jalan raya Dusun Sejahtera (Alue Baneng), Desa Ie Mirah,
Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Rabu (21/1) siang.
Informasi dikumpulkan Prohaba, mayat dalam kondisi mulai rusak itu
ditemukan oleh seorang nenek, Zahara (80), saat mencari pinang di lokasi, Rabu
(21/1) sekira pukul 14.00 WIB. Jasad itu ditemukan dalam posisi telungkup.
Nek Zahara sempat gemetar ketika mendekat dan memastikan itu adalah sosok
mayat. Temuan itu segera diberitahukan kepada warga yang rumahnya tidak berapa
jauh dari lokasi. Warga segera berkerumun di lokasi temuan mayat berjarak
sekitar 38 km arah barat Kota Blangpidie, itu.
Personel Polsek Babahrot, termasuk anggota Koramil setempat segera turun ke
lokasi setelah menerima laporan. Bersama masyarakat mereka melakukan evakuasi
jenazah dari dalam semak-semak, kemudian dibawa dengan mobil ambulans Puskesmas
Ie Mirah ke RSUD Teungku Peukan, Abdya untuk proses visum.
Pemeriksaan jenazah dilakukan dr Irfan, dokter umum di Ruang IGD rumah
sakit setempat. “Kondisi mayat sudah tidak berbentuk. Rambut sudah lepas dari
batok kepala, gigi ada yang lepas, jenis kelamin perempuan usia dewasa dan
meninggal diperkirakan lebih dari enam hari,” kata dr Irfan saat dihubungi
Prohaba, Rabu malam, tadi. Mayat tanpa identitas tersebut sudah ditempatkan di
kamar jenazah rumah sakit setempat.
Sementara Kapolres Abdya, AKBP Budi Samekto SIK yang langsung melihat mayat
tersebut di RSUD Teungku Peukan, kepada Prohaba menjelaskan, mayat tanpa
identitas itu ditemukan seorang warga berusia lanjut dalam semak-semak berjarak
sekitar 10 metar dari bahu jalan raya kawasan Desa Ie Mirah, Rabu sore kemarin.
Di lokasi temuan juga ditemukan barang-barang yang diduga milik korban,
yaitu satu buah gelang warna kuning sebesar lidi, satu tas kain warna maron
yang bertuliskan Dinas PU Provinsi Aceh, berisikan baju, juga ada sisir
dan uang berjumlah Rp 270.000 yang dibalut bungkus plastik. Sedangkan identitas
lain tidak ditemukan. “Kita mengharapkan warga yang merasa kehilangan keluarga,
diharapkan bisa menghubungi polisi setempat,” kata Kapolres Abdya.
Amatan Prohaba, sampai Rabu malam tadi, ada dua anggota keluarga yang
mengaku kehilangan anggota keluarganya datang ke RSUD Teuku Peukan. Pertama,
warga Desa Kampung Teugoh, Kecamatan Kuala Batee yang mengaku kehilangan
anggota keluarga bernama Atirah (22). Wanita yang masih gadis yang tinggal bersama
neneknya itu pergi meninggalkan rumah sekitar sembilan hari lalu dan hingga
saat ini belum kembali. Tapi, ketika melihat mayat yang ditemukan di Desa Ie
Mirah itu, warga tersebut mengaku belum bisa mengenalinya karena kondisi mayat
sudah mulai rusak.
Juga ada beberapa warga dari Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie, yang juga
mengaku ada anggota keluarganya bernama Nursiah (45) berangkat meninggal rumah
untuk jualan kain secara keliling sekitar enam hari lalu. Nursiah pergi
berjualan kain didampingi seorang anak berumur belasan tahun, tapi hingga
kemarin, belum dketahui berada dimana.(nun)
sumber: prohaba.co

0 komentar :