Jumat, 23 Januari 2015

Wanita tanpa Busana Membusuk di Alue Baneng

Unknown     19.28    

Wanita tanpa Busana Membusuk di Alue Baneng
ilustrasi
BLANGPIDIE - Sesosok mayat wanita tanpa busana--diduga paruh baya--tanpa identitas yang telah membusuk, ditemukan warga dalam semak-semak sekitar 10 meter dari bahu jalan raya Dusun Sejahtera (Alue Baneng), Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Rabu (21/1) siang.

Informasi dikumpulkan Prohaba, mayat dalam kondisi mulai rusak itu ditemukan oleh seorang nenek, Zahara (80), saat mencari pinang di lokasi, Rabu (21/1) sekira pukul 14.00 WIB. Jasad itu ditemukan dalam posisi telungkup.

Nek Zahara sempat gemetar ketika mendekat dan memastikan itu adalah sosok mayat. Temuan itu segera diberitahukan kepada warga yang rumahnya tidak berapa jauh dari lokasi. Warga segera berkerumun di lokasi temuan mayat berjarak sekitar 38 km arah barat Kota Blangpidie, itu.

Personel Polsek Babahrot, termasuk anggota Koramil setempat segera turun ke lokasi setelah menerima laporan. Bersama masyarakat mereka melakukan evakuasi jenazah dari dalam semak-semak, kemudian dibawa dengan mobil ambulans Puskesmas Ie Mirah ke RSUD Teungku Peukan, Abdya untuk proses visum.

Pemeriksaan jenazah dilakukan dr Irfan, dokter umum di Ruang IGD rumah sakit setempat. “Kondisi mayat sudah tidak berbentuk. Rambut sudah lepas dari batok kepala, gigi ada yang lepas, jenis kelamin perempuan usia dewasa dan meninggal diperkirakan lebih dari enam hari,” kata dr Irfan saat dihubungi Prohaba, Rabu malam, tadi. Mayat tanpa identitas tersebut sudah ditempatkan di kamar jenazah rumah sakit setempat.

Sementara Kapolres Abdya, AKBP Budi Samekto SIK yang langsung melihat mayat tersebut di RSUD Teungku Peukan, kepada Prohaba menjelaskan, mayat tanpa identitas itu ditemukan seorang warga berusia lanjut dalam semak-semak berjarak sekitar 10 metar dari bahu jalan raya kawasan Desa Ie Mirah, Rabu sore kemarin.

Di lokasi temuan juga ditemukan barang-barang yang diduga milik korban, yaitu satu buah gelang warna kuning sebesar lidi, satu tas kain warna maron yang bertuliskan Dinas PU Provinsi Aceh, berisikan  baju, juga ada sisir dan uang berjumlah Rp 270.000 yang dibalut bungkus plastik. Sedangkan identitas lain tidak ditemukan. “Kita mengharapkan warga yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan bisa menghubungi polisi setempat,” kata Kapolres Abdya.

Amatan Prohaba, sampai Rabu malam tadi, ada dua anggota keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya datang ke RSUD Teuku Peukan. Pertama, warga Desa Kampung Teugoh, Kecamatan Kuala Batee yang mengaku kehilangan anggota keluarga bernama Atirah (22). Wanita yang masih gadis yang tinggal bersama neneknya itu pergi meninggalkan rumah sekitar sembilan hari lalu dan hingga saat ini belum kembali. Tapi, ketika melihat mayat yang ditemukan di Desa Ie Mirah itu, warga tersebut mengaku belum bisa mengenalinya karena kondisi mayat sudah mulai rusak.

Juga ada beberapa warga dari Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie, yang juga mengaku ada anggota keluarganya bernama Nursiah (45) berangkat meninggal rumah untuk jualan kain secara keliling sekitar enam hari lalu. Nursiah pergi berjualan kain didampingi seorang anak berumur belasan tahun, tapi hingga kemarin, belum dketahui berada dimana.(nun) 
sumber: prohaba.co


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger