Uji ketahanan perangkat mobile dengan skena dijatuhkan
dari ketinggian (drop test) sudah menjadi hal
yang jamak. Ini menjadi prosedur wajib untuk menguji daya tahan gawai (gadget)
yang bersangkutan.
Namun apa jadinya jika
drop test dilakukan dari lapisan kedua atmosfer, statosfer, dengan ketinggian
100 ribu kaki atau 30,48 Km? Nah, perusahaan produsen casing ponsel Urban Armor
Gear (UAG) melakukan pengujian unik tersebut.
Melansit Cnet, Jumat 16
Januari 2015, perusahaan ini menggunakan ponsel baru iPhone 6 dalam drop test
tersebut. Tentu saja iPhone 6 tersebut tak dijatuhkan dengan kondisi
"telanjang," namun dengan pelindung casing UAG.
Dalam prosesnya, tim UAG
menyertakan balon udara yang menerbangkan iPhone 6 tersebut. Dalam skema ini,
tim juga menyertakan perangkat lain yaitu dua kamera GoPro, GPS, backup ponsel
serta parasut.
Begitu sampai pada
ketinggian 100 ribu kaki, balon diletuskan dan iPhone 6 langsung meluncur cepat
ke permukaan bumi.
Agar tak membahayakan
penduduk di daratan, tim menyertakan parasut. Tujuannya agar tak menghujam
bagai peluru bagi penduduk.
Selama meluncur ke
permukaan bumi, iPhone 6 harus melewati suhu -61,66 derajat celcius, kecepatan
angin 70 mil per jam serta putaran mencapai 150 rpm. Dampak dari suhu ekstrem
itu, daya baterai mati.
Dilaporkan pendaratan
berlangsung secara kasar dan sempat merusak beberapa perangkat penerbangan yang
disertakan, termasuk parasut. Tapi untungnya, meski mendarat kasar, iPhone 6
masih berfungsi penuh setelah diisi ulang.
sumber: Viva.co.id

0 komentar :