LHOKSUKON -
Afriza (20), mahasiswi Akademi Kesehatan (Akkes) Pemkab Aceh Utara yang
ditemukan tak bernyawa dalam parit di perbatasan Desa Tanjong Ceungai dan
Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ternyata meninggal di
mobil saat pulang dari Medan bersama seorang teman prianya. Seperti diketahui,
saat ditemukan pada Minggu (11/1) sekitar pukul 06.30 WIB, mulut mahasiswi asal
Desa Tanjong Ceungai itu berbusa.
Kapolres Aceh Utara,
AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi kepada Serambi, Senin (12/1)
menjelaskan, untuk menyelidiki kasus tersebut pihaknya sudah memintai
keterangan dari lima saksi. Mereka yang diperiksa yaitu orang menemukan pertama
kali melihat jasad korban serta teman korban yang pergi bersamanya dan yang
berada di Medan.
“Dalam
penyelidikan terungkap korban pergi ke Medan bersama seorang teman pria
menggunakan mobil rental. Ketika pulang dari Medan pada Sabtu (10/1) malam,
korban meninggal dalam mobil itu di kawasan Kecamatan Tanah Jambo Aye,” ujar
Kasat Reskrim.
Karena panik
melihat Afriza sudah meninggal dunia dan tak tahu harus membawa kemana
mayatnya, lanjut AKP, teman korban yang merupakan pemuda asal Kecamatan Tanah
Jambo Aye itu menaruh jasad Afriza dalam parit di perbatasan Tanjong Ceungai
dan Meunasah Panton dengan kondisi telentang. “Mobil yang dirental itu sudah
kita amankan di Mapolres,” ungkapnya.
Ditanya penyebab
kematian Afriza dalam kondisi mulut berbusa, AKP Mahliadi mengatakan, penyidik
masih terus mendalami penyebab korban meninggal dalam mobil. “Busa dari mulut
korban sudah kita amankan untuk proses uji di Pusat Laboratorium Forensik
(Puslabfor) Polri Cabang Medan. Masih kita kembangkan penyebabnya dan sampai
sekarang penyidik masih memeriksa saksi-saksi. Karena itu, kita belum bisa
menetapkan tersangka dalam kasus tersebut,” pungkasnya.
Secara terpisah,
Direktur Akademi Kesehatan (Akkes) Pemkab Aceh Utara, Riza Musni, kemarin,
mengatakan, berdasarkan amatan pihaknya selama ini Afriza adalah mahasiswi baik
dan rajin, tak memiliki persoalan baik dalam proses perkualihan maupun dengan
temannya dan dosen. “Pergaulannya juga baik. Dia aktif dalam kegiatan di
kampus, salah satunya paduan suara. Tapi, kami sudah mengadakan rapat untuk
menelusuri dari teman-temanya tentang mahasiswi itu ada persoalan apa. Kami
juga sangat berduka atas kejadian tersebut,” ungkap Riza Musni.(jf/bah)
sumber: serambi indonesia

0 komentar :