Rabu, 14 Januari 2015

Tewas di mobil, di taruh ke parit

Unknown     01.22    

Tewas di mobil, di taruh ke parit

LHOKSUKON - Afriza (20), mahasiswi Akademi Kesehatan (Akkes) Pemkab Aceh Utara yang ditemukan tak bernyawa dalam parit di perbatasan Desa Tanjong Ceungai dan Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ternyata meninggal di mobil saat pulang dari Medan bersama seorang teman prianya. Seperti diketahui, saat ditemukan pada Minggu (11/1) sekitar pukul 06.30 WIB, mulut mahasiswi asal Desa Tanjong Ceungai itu berbusa.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi kepada Serambi, Senin (12/1) menjelaskan, untuk menyelidiki kasus tersebut pihaknya sudah memintai keterangan dari lima saksi. Mereka yang diperiksa yaitu orang menemukan pertama kali melihat jasad korban serta teman korban yang pergi bersamanya dan yang berada di Medan.

“Dalam penyelidikan terungkap korban pergi ke Medan bersama seorang teman pria menggunakan mobil rental. Ketika pulang dari Medan pada Sabtu (10/1) malam, korban meninggal dalam mobil itu di kawasan Kecamatan Tanah Jambo Aye,” ujar Kasat Reskrim.
Karena panik melihat Afriza sudah meninggal dunia dan tak tahu harus membawa kemana mayatnya, lanjut AKP, teman korban yang merupakan pemuda asal Kecamatan Tanah Jambo Aye itu menaruh jasad Afriza dalam parit di perbatasan Tanjong Ceungai dan Meunasah Panton dengan kondisi telentang. “Mobil yang dirental itu sudah kita amankan di Mapolres,” ungkapnya.

Ditanya penyebab kematian Afriza dalam kondisi mulut berbusa, AKP Mahliadi mengatakan, penyidik masih terus mendalami penyebab korban meninggal dalam mobil. “Busa dari mulut korban sudah kita amankan untuk proses uji di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Medan. Masih kita kembangkan penyebabnya dan sampai sekarang penyidik masih memeriksa saksi-saksi. Karena itu, kita belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus tersebut,” pungkasnya.

Secara terpisah, Direktur Akademi Kesehatan (Akkes) Pemkab Aceh Utara, Riza Musni, kemarin, mengatakan, berdasarkan amatan pihaknya selama ini Afriza adalah mahasiswi baik dan rajin, tak memiliki persoalan baik dalam proses perkualihan maupun dengan temannya dan dosen. “Pergaulannya juga baik. Dia aktif dalam kegiatan di kampus, salah satunya paduan suara. Tapi, kami sudah mengadakan rapat untuk menelusuri dari teman-temanya tentang mahasiswi itu ada persoalan apa. Kami juga sangat berduka atas kejadian tersebut,” ungkap Riza Musni.(jf/bah)

 sumber: serambi indonesia 


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger