
Kamis malam, 8 Januari 2015, dalam perjalanan dari Pantonlabu,
Kecamatan Tanah Jamboaye, Aceh Utara menuju Medan, Sumatera Utara, Afriza Mutia
dan WA atau A sempat berhenti di sebuah kios. WA membeli minuman ringan, rokok,
dan Aqua gelas. Setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan.
Berdasarkan keterangan WA yang
tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan yang diperoleh ATJEHPOST.co di Satuan
Reskrim Polres Aceh Utara, setelah perjalanan kembali berlanjut, Afriza
kemudian mengambil sesuatu dari tasnya yang berbentuk sachet. Isi bungkusan
sachet tersebut kemudian dituang ke Aqua gelas. Dalam sekejap, air dalam
kemasan tersebut menjadi berbuih. WA lantas menanyakan perihal obat yang
diracik Afriza. “Obat untuk mempercantik kulit,” jawabnya.
Setelah meminum
setengah gelas, Afriza menawarkan minuman itu kepada WA. “Mau kee (kamu-red)?”
tanya Afriza. “Kan itu obat untuk mempercantik diri, memang jih lon inong
(memangnya aku perempuan),” jawab WA. Afriza kembali menimpali, “Enggak apa-apa coba saja,
enak loh.” Namun WA tetap tidak mau meminumnya.
Afriza pun meminum kembali
racikan minuman itu sampai habis. Pukul 01.30 WIB dini hari, Jumat, 9 Januari 2015, WA
masuk ke SPBU Peureulak untuk mengisi bensin senilai Rp 150ribu. Sedangkan
Afriza sibuk mengutak-atik handphone miliknya. Pukul 02.30 WIB, mereka singgah
di warung dekat SPBU Kuala Simpang untuk minum kopi. Berselang 30 menit
kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Medan.
Keduanya tiba di
SPBU Gajah Mada, Medan pada pukul 05.00 WIB. WA sempat menanyakan kepada Afriza
ke mana tujuan mereka selanjutnya. Saat itu Afriza mengajak WA untuk pergi ke
rumah temannya namun WA menolak. Setelah itu Afriza mengusulkan untuk menginap
di hotel yang murah-murah saja. Pilihannya jatuh pada Hotel Buana, Medan.
sumber: Atjehpost.co
0 komentar :