![]() |
| rosnida(facebook) |
Banda Aceh - Sejak
meninggalkan rumah dan handphone-nya tak lagi bisa dihubungi, Dosen Fakultas
Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (FDK UIN) Ar-Raniry Banda Aceh,
Dr Rosnida Sari, tampaknya terus memantau perkembangan tentang kasus yang
melibatkannya, melalui berita media massa, terutama Harian Serambi Indonesia.
Buktinya,
ketika Serambi edisi Kamis, 8 Januari 2015 memuat berita di halaman 1 dengan
judul “Senat Bahas Kasus Dosen yang Bawa Mahasiswa ke Gereja”, Rosnida sekitar
pukul 13.00 WIB hari itu mengirim pesan pendek (sms) kepada Dekan FDK UIN
Ar-Raniry, Dr A Rani Usman MSi.
“Ya,
sekitar pukul 13.00 WIB pada hari Kamis itu saya mendapat sms dari Bu
Rosnida. Isinya, ia mengucapkan terima kasih karena persoalan yang dihadapinya
sedang dibahas oleh senat fakultas dan ia mengaku mulai merasa agak nyaman,”
kata Dr A Rani saat dihubungi Serambi per telepon, Jumat (9/1) malam.
Begitu
sms tersebut masuk ke telepon genggam A Rani, ia langsung menelepon ke
handphone Rosnida karena ingin bicara. Tapi HP dengan nomor 08126242**** itu
langsung dinonaktifkan pemiliknya. “Setelah itu, kami putus kontak sampai
sekarang,” ujar A Rani.
Cuma
beberapa hari sebelumnya, kata A Rani, ia sempat berkomunikasi via HP dengan
Rosnida. Saat itu Rosnida mengaku akan meninggalkan rumahnya di salah satu desa
dalam Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, dan pergi bersama orang tuanya ke luar
Banda Aceh. Doktor Rosnida sendiri masih single.
Setelah
itu di kampus pun Rosnida tak lagi terlihat dalam sepekan terakhir.
Untuk
sementara ini, kata Dr A Rani, demi alasan kenyamanan dan proteksi terhadap
Rosnida yang mendapat sejumlah ancaman, maka mata kuliah “Gender dalam Islam”
yang diajarkannya dilanjutkan oleh asistennya. Apalagi, perkuliahan di UIN
semester ini hanya berlangsung seminggu lagi, kemudian masuk jadwal ujian
final.
Sedangkan
tugas-tugas bimbingan skripsi mahasiswanya semester ini akan dialihkan ke dosen
lain. Inilah kebijakan yang ditempuh pihak fakultas sambil menunggu keputusan
rektor terhadap masalah ini.(dik)
Sumber
: serambi indonesia

0 komentar :