![]() |
| sumber: google |
Sabang-Rekrutmen penerimaan
pegawai BPKS mendapat kecaman masyarakat Kota Sabang dan para wakil rakyat,
pasalnya pegawai yang diterima terkesan terselubung berbau Nepotisme sebab
rekrutmen dilakukan tanpa ada dilakukan fit and Propertest.
Bahkan, mereka yang diterima untuk direkrut adalah orang-orang titipan dari kalangan para pejabat BPKS itu sendiri, baik itu anak kandung, famili, hingga sanak saudara ataupun teman sejawat. Demikian dikatakan Koordinator Presidium GeRAK Indonesia Akhiruddin Mahjuddin kepada wartawan, Selasa (13/1).
Dijelaskan, mekanisme rekrutmen karyawan dan staf BPKS dari tahun 2006 s/d 2014 belum menunjukan perubahan, artinya BPKS telah menutup kesempatan bagi mereka yang memiliki SDM atau kemampuan lebih dari orang-orang yang punya potensi.
Jelasnya juga, “ rekrutmen dilakukan kental dengan nepotisme karena faktor kedekatan saudara dan hubungan keluarga “
Bahkan parahnya lagi, ada diantaranya bekerja sebagai Clening Service ataupun Scurity, kini sudah menjadi staf dan bahkan ada yang lompat menjadi Kabid.
Termasuk juga ada salah seorang staf berinisial HS pernah ke luar dari BPKS karena jadi anggota DPRK Sabang, tapi setelah tidak terpilih lagi bisa masuk lagi menjadi Humas BPKS.
"Ini kan luar
biasa, mangamen apa yang digunakan BPKS, jadi wajar saja sekarang muncul
berbagai tudingan baik itu dari masyarakat maupun dari para anggota DPRA dan
DPR-RI," katanya.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis serta temuan GeRAK Aceh tercatat bahwa pada tahun kepemimpinan di bawah Fauzi Husin tercatat ada 13 orang yang masuk menjadi karyawan atau staf BPKS secara non prosedural.
Karena tidak melalui prosedur menyebabkan potensi nepotisme mengarah pada praktek korupsi, hal ini dapat dilihat dari mekanisme kerja yang tidak baik dan tidak profesional, "Jadi bila kami lihat praktek nepotisme di BPKS ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun, karena tidak heran jika kemudian temuan itu mendapat perhatian dari aparat hukum.
Lebih lanjut disebutkan, berdasarkan sumber dan data yang diterima GeRAK Aceh, tercatat ada titipan pegawai dari Kepala BPKS Fauzi Husin yakni, Hamdani, Hasballah, Abdi Ben Hasan, Mustakir, dan Deni Asmara.
Diikuti titipan Wakil Kepala BPKS Irwan Faisal, Dedi dan Firman serta titipan Deputi Umum Candra Hasan yakni, Feryandra (Anak Kandung), Faturrahman, Ari Indrawan (Anak Bupati Pidie).
sumber: kabarinvestigasi.com

0 komentar :