Rabu, 14 Januari 2015

Rekrutmen Pegawai BPKS Menuai Sorotan Publik, Diduga Sarat Nepotisme

Unknown     13.50    

Rekrutmen Pegawai BPKS Menuai Sorotan Publik, Diduga Sarat Nepotisme
sumber: google
Sabang-Rekrutmen penerimaan pegawai BPKS mendapat kecaman masyarakat Kota Sabang dan para wakil rakyat, pasalnya pegawai yang diterima terkesan terselubung berbau Nepotisme sebab rekrutmen dilakukan tanpa ada dilakukan fit and Propertest.

Bahkan, mereka yang diterima untuk direkrut adalah orang-orang titipan dari kalangan para pejabat BPKS itu sendiri, baik itu anak kandung, famili, hingga sanak saudara ataupun teman sejawat. Demikian dikatakan Koordinator Presidium GeRAK Indonesia Akhiruddin Mahjuddin kepada wartawan, Selasa (13/1).

Dijelaskan, mekanisme rekrutmen karyawan dan staf BPKS dari tahun 2006 s/d 2014 belum menunjukan perubahan, artinya BPKS telah menutup kesempatan bagi mereka yang memiliki SDM atau kemampuan lebih dari orang-orang yang punya potensi.

Jelasnya juga, “ rekrutmen dilakukan kental dengan nepotisme karena faktor kedekatan saudara dan hubungan keluarga “

Bahkan parahnya lagi, ada diantaranya bekerja  sebagai Clening Service ataupun Scurity, kini sudah menjadi staf dan bahkan ada yang lompat menjadi Kabid.
Termasuk juga ada salah seorang staf berinisial HS pernah  ke luar dari BPKS karena jadi anggota DPRK Sabang, tapi setelah tidak terpilih lagi bisa masuk lagi menjadi Humas BPKS.


"Ini kan luar biasa, mangamen apa yang digunakan BPKS, jadi wajar saja sekarang muncul berbagai tudingan baik itu dari masyarakat maupun dari para anggota DPRA dan DPR-RI," katanya.

Berdasarkan hasil kajian dan analisis serta temuan GeRAK Aceh tercatat bahwa pada tahun kepemimpinan di bawah Fauzi Husin tercatat ada 13 orang yang masuk menjadi karyawan atau staf BPKS secara non prosedural.

Karena tidak melalui prosedur menyebabkan potensi nepotisme mengarah pada praktek korupsi, hal ini dapat dilihat dari mekanisme kerja yang tidak baik dan tidak profesional,  "Jadi bila kami lihat praktek nepotisme di BPKS ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun, karena tidak heran jika kemudian temuan itu mendapat perhatian dari aparat hukum.

Lebih lanjut disebutkan, berdasarkan sumber dan data yang diterima GeRAK Aceh, tercatat ada titipan pegawai dari Kepala BPKS Fauzi Husin yakni, Hamdani, Hasballah, Abdi Ben Hasan, Mustakir, dan Deni Asmara.

Diikuti titipan Wakil Kepala BPKS Irwan Faisal,  Dedi dan Firman serta titipan Deputi Umum Candra Hasan yakni, Feryandra (Anak Kandung), Faturrahman, Ari Indrawan (Anak Bupati Pidie).


 sumber: kabarinvestigasi.com 

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger