BANDA ACEH - Masyarakat Peduli Sejarah
Aceh (Mapesa) mengaku telah menemukan pusara Sultan Alauddin Riayat Syah di
Gampong Ulee Kareueng, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Minggu (11/1).
Keyakinan terhadap pemilik pusara tersebut setelah ahli Epigraf Aceh Taqiyuddin
Muhammad berhasil menerjemahkan inskripsi (tulisan di nisan) kompleks pemakaman
itu.
Ketua Mapesa Muhajir kepada Serambi
mengatakan makam Sultan Alauddin Riayat Syah ditemukan saat Mapesa bergotong
royong di kawasan situs cagar budaya, kompleks makam kuno peninggalan Kerajaan
Aceh di daerah itu. “Pada salah satu nisan memuat inskripsi yang menerangkan
nama Sultan Alauddin Riayat Syah,” katanya, Selasa (13/1).
Muhajir menerangkan, di kepala nisan
tersebut terpahat tulisan dalam aksara jawi yang berbunyi “Sri Sulthan
‘Alauddin Ri’ayah Syah Dhzilullahi Fil’alam, min hijratunnabi shallallahu ‘alaihi
wasallam sembilan ratus sembilan puluh tiga tahun (993 H/1585 H).” Aksara
tersebut berhasil diterjemahkan oleh ahli Epigraf Aceh Taqiyuddin Muhammad.
“Dari bacaan inskripsi tersebut,
beberapa literatur Sultan Alauddin Riayat Syah memerintah Kesultanan Aceh
Darussalam pada era 16, besar kemungkinan Sultan Alauddin Riayat Syah yang
dimakamkan di Gampong Ulee Kareueng adalah kakek dari Iskandar Muda, yang masih
misteri selama ini,” jelasnya.
Muhajir menambahkan, hamper semua pusara
yang ditemukan di area tersebut merupakan para tokoh-tokoh besar Kerajaan Aceh
tempo dulu. Itu sebabnya, dia menyarankan Pemerintah Aceh dan Pemerintah
Kabupaten Aceh Besar menjadikan daerah itu sebagai kawasan destinasi wisata
Islami. “Kita hanya bisa berharap Pemerintah Aceh Besar bisa memugar dan
melestarikannya,” demikian Muhajir. (mz)
sumber : serambi indonesia
0 komentar :