Jumat, 23 Januari 2015

Mualem-Irwandi Semeja di Jakarta

Unknown     14.54    

Mualem-Irwandi Semeja di Jakarta
WAKIL Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyorongkan kembali cincin bermata giok ke jari Irwandi Yusuf, karena cincin milik mantan gubernur Aceh itu tak muat di jari Muzakir. Niatnya, menurut Muzakir, Irwandi akan memberikan cincin itu kepadanya saat temu kangen sebagai eks kombatan GAM di sebuah hotel di Jakarta, Rabu (21/1) malam. FOTO/MUNAWAR LIZA ZAINAL 

BANDA ACEH - Setelah sekian lama tak terlihat bersama di depan publik, Rabu (21/1) malam, dua tokoh Aceh, Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf, kembali bertemu dan duduk satu meja dengan penuh keakraban di restoran sebuah hotel di Jakarta. Irwandi adalah mantan gubernur Aceh, sedangkan Muzakir, Wakil Gubernur Aceh saat ini.

Pertemuan yang dikemas dalam bingkai “reuni eks kombatan GAM” itu menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, dua tokoh perjuangan Aceh semasa konflik ini sempat “retak” akibat kepentingan politik menjelang Pilkada 2012. Namun, dalam pertemuan yang berlangsung pukul 23.45 WIB itu keduanya tampak akrab dan rileks.

Menurut Munawar Liza Zainal, pertemuan itu terlaksana berkat dukungan dan dorongan dari para ulama, cendekiawan, dan mantan kombatan GAM di lapangan. Selain itu juga dorongan dari aktivis, mahasiswa, dan tokoh-tokoh di dalam dan di luar negeri serta hasil dari pertemuan masyarakat Aceh di Skandinavia pada 25-26 Oktober 2014.

“Setelah saling bersalaman rombongan kedua pihak mempersilakan Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf untuk duduk berdua, berdiskusi, dan terlibat dalam pembicaraan yang serius lebih kurang satu setengah jam,” kata Munawar Liza yang ikut dalam pertemuan itu melalui siaran persnya yang dikirim ke Serambi, Kamis (22/1) siang.

Mantan wali kota Sabang ini menyatakan, dalam pertemuan yang bercorak nostalgia itu, keduanya saling menanyakan tentang keadaan masing-masing setelah sekian lama tak bersama.

Seperti diketahui, dalam Pilkada 2006 Irwandi Yusuf yang berpasangan dengan Muhammad Nazar SAg dari jalur independen memenangi pemilihan, sehingga berhak memimpin Aceh. Saat Pilkada 2012, Irwandi menggandeng Muhyan Yunan sebagai pasangannya, tapi gagal menjadi gubernur Aceh kali kedua. Kontestasi itu justru dimenangkan pasangan dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dari Partai Aceh (PA).

Irwandi kemudian memprakarsai pembentukan Partai Nasional Aceh (PNA). Rivalitas antara PA dengan PNA pun memanas saat menjelang Pileg 2014. Beberapa insiden tak mengenakkan terjadi saat itu. Kedekatan antara Muzakir Manaf selaku Ketua DPA Partai Aceh dan Irwandi selaku Ketua MPP Partai Nasional Aceh pun, terlihat makin renggang. Padahal, mereka pernah tinggal serumah di Lamnyong, Banda Aceh, seusai penandatanganan MoU Helsinki tahun 2005.

Tapi suasana “jaga jarak” itu sepertinya sudah berakhir dengan duduknya Irwandi dan Muzakir Manaf semeja di restoran sebuah hotel di Jakarta, Rabu (21/1) malam.

Seperti digambarkan Munawar Liza, Irwandi dan Muzakir saat itu juga membicarakan pentingnya menjaga persatuan seluruh rakyat Aceh dari semua elemen, agar Aceh dapat terbangun dengan baik.

“Dengan tidak adanya perselisihan dan pertikaian sesama masyarakat Aceh, maka perdamaian yang telah dicapai akan mudah untuk dipertahankan,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Izil Azhar alias Ayah Merin (mantan panglima GAM Sabang), Amir Faisal Nek Muhammad (tokoh muda Aceh di Jakarta), Teuku Rafli Pasha, dan Teuku Irsyadi (pengusaha muda Aceh di Jakarta).

Baik Irwandi maupun Mualim yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah di Banda Aceh tadi malam mengakui adanya pertemuan itu. Namun, mereka tak menyebutnya sebagai pertemuan politik, apalagi jika dikaitkan dengan isu menjelang Pilkada 2017.

Mualem hanya menyebut pertemuan itu sebagai pertemuan biasa antara adik dengan abang. Irwandi menyebutnya, pertemuan reuni, karena ia dan Mualem memang pernah tinggal serumah di Lamnyong, Banda Aceh, pada tahun 2005 lalu. 
sumber: serambi indonesia. 


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger