![]() |
| FAISAL ALI |
BANDA ACEH-Majelis
Permusyawaratan Ulama (MPU/MUI) Aceh akan segera mengkaji organisasi Gerakan
Fajar Nusantara (Gafatar) yang diduga membawa ajaran sesat kepada masyarakat di
provinsi itu.
“Meski
realitanya Gafatar itu aliran sesat, namun semuanya harus diputuskan melalui
musyawarah MPU, dan dalam waktu dekat akan kita diputuskan,” kata Wakil Ketua
MPU Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Rabu.
Ia juga
menjelaskan bahwa MPU akan melakukan pembinaan terhadap belasan anggota
organisasi Gafatar yang saat ini masih diamankan pihak kepolisian.
Namun,
Faisal Ali yang juga Ketua PWNU Aceh menegaskan untuk melakukan pembinaan
terhadap anggota aliran sesat maka mereka harus dikarantinakan, sehingga yang
telah terlanjur tersesat bisa kembali ke jalan yang benar.
“Artinya,
sulit memastikan mereka bisa sadar atau kembali ke jalan Islam melalui
pembinaan tanpa di karantinakan, seperti terhadap anggota aliran terlarang
Milata Abraham beberapa waktu lalu,” kata Faisal Ali menjelaskan.
Untuk itu,
proses penyadaran kembali mereka yang telah sesat tersebut harus dilakukan
secara berkelanjutan dan harus dengan melakukan karantina.
Dipihak
lain, Faisal Ali juga menegaskan, aliran sesat Gafatar itu tidak hanya di Aceh,
ternyata mereka sudah ada di beberapa provinsi di Indonesia. “Saya kira umat
Islam khususnya di Tanah Air harus waspada terhadap aliran sesat itu,” katanya
menambahkan.
“Saya juga
menyimpulkan bahwa Gafatar itu adalah Milata Abraham. Modusnya berbeda dengan
yang pernah mereka praktikkan dulu di Aceh. Dari data kami, mereka jelas-jelas
menodai Islam dan murtad,” kata dia menegaskan.
Milata
Abraham, kata dia, merupakan aliran sesat dan pengikutnya pernah disyahadatkan
kembali oleh ulama dan pemerintah di Banda Aceh beberapa tahun lalu.
“Namun,
mereka masih ada, dan tidak taubat. Oleh karena itu harus ada penegakan hukum
disebabkan mereka telah melakukan penodaan agama,” kata Faisal Ali.
SUMBER: ACEHANTARA.COM

0 komentar :