*Oleh : Isvani Al Asyi
Aceh, negeri yang begitu makmur diceritakan dalam beberapa riwayat. Negeri
yang aman damai dan sejahtera semua penghuninya. Hukum dan kehidupan sosial
menjamin kemaslahatan setiap insan yang menginjakkan kakinya di bumi serambi
mekkah.
Namun itu semua adalah aceh dimasa dulu di masa kerajaan aceh darussalam.
Sejarah memang sebagai tolak ukur suatu peradaban dalam perjalanan hidup
manusia. Sejarah masa lalu akan menjadi batu loncatan bagi generasi seterusnya
dalam membangun suatu peradaban.
Aceh dalam perjalanan sejarah disebutkan sebuah negeri yang mempunyai
peranan penting dalam perekonomian dunia. Disebutkan pula pada masanya itu
diseluruh penjuru dunia tidak ada yang mengenal begeri Aceh. Aceh menjadi salah
satu kekuatan maritim dunia dengan armada lautnya yang terkenal garang di
lautan maha luas.
Apakah Aceh itu akan kembali seperti semula? Kalau ditanyakan kesemua orang
aceh pasti akan menjawab butuh waktu lama sekali untuk aceh bisa seperti
masa-masa jaya dulu. Bahkan tak khayal ada yang mengatakan itu bagai mimpi
disiang bolong.
Namun, bagaimana pun semua orang aceh punya satu cita-cita yang sama. Punya
satu harapan dan asa yang sama. Yaitu mewujudkan aceh menjadi satu negeri yang
damai dan sejahtera semua rakyatnya.
Lalu bagaimana acuan dalam menentukan suatu negeri rakyatnya sudah
makmur dan sejahtera. Apakah dengan rakyatnya sudah mapan semua sehingga tidak
ada lagi yang hidup di bawah kemiskinan? Kalau hanya seperti itu bagikan saja
uang negara untuk semua rakyat negeri ini. kalau kita nilai-nilai kenapa aceh
sekarang ini tidak seperti dulu.
Memang sebenarnya tidak baik membandingkan antar generasi dalam kehidupan
ini. namun ini hanya untuk membuka wawasan dan cakrawala kita. Jangan hanya
kita sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing sehingga lupa dengan siapa diri
kita dan tanah kita.
* penulis adalah pemerhati sosial budaya dan alam
mahasiswa fakultas hukum dan fakultas psikologi unsyiah
sumber: suaatjeh.blogspot.com
0 komentar :