![]() |
| Husaini M Hasan (kanan) hadir dalam peluncuran bukunya berjudul Dari Rimba Aceh Ke Stockholm, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/1/2015). |
JAKARTA - "Meluruskan sejarah perjuangan
Aceh Merdeka yang telah diputar-balikkan oleh teman-teman seperjuangan, yang
tidak bertanggung jawab demi kekuasaan dan pundi-pundi pribadi."
Begitu satu dari lima alasan Husaini M
Hasan menulis buku berjudul, 'Dari Rimba Aceh Ke Stockholm.' Semasa Gerakan
Aceh Merdeka (GAM), Abu Husaini biasa dipanggil, dipercaya sebagai Skeretaris
Negara Aceh.
Lewat buku ini juga, Abu Husaini ingin
menghapus fitnah yang mengarah kepadanya, sekaligus mewakil teman-teman
seperjuangannya yang bernasib sama, difitnah dan dijadikan kambing hitam oleh
sesama pejuang GAM.
Sekelumit tentang Abu Husaini adalah
pelaku sejarah Aceh Merdeka pada 1976. Di dalamnya menceritakan Husaini kecil
lahir di tengah kemelut Perang Dunia II; yatim sejak 9 tahun di masa Perang
Darul Islam Indonesia pimpinan Tengku Daud Beureuh.
Perjalanan perjuangan GAM diulas dalam
buku ini. Termasuk bagaimana awal pergerakan Aceh Merdeka, dan kepulangan
Tengku Hasan M di Tiro, sampai hijrah ke rimba Aceh bersama para calon kabinet
Aceh Merdeka.
"Kami tidak menyangka launching
buku Dr. Husaini ini mampu mencuri perhatian lebih dari 700 undangan,"
ungkap Buchari selaku CEO Batavia Publishing dalam rilis yang diterima Tribunnews.com di Jakarta,
Jumat (30/1/2015).
Autobiografi Abu Husaini diharapkan
mampu menarik simpati berbagai kalangan, dari kementerian, DPR/DPD RI, duta
besar negara sahabat, para tokoh adat, OKM,OKP, akademisi, dan tokoh masyarakat
dan mahasiswa di Jakarta dan Aceh.
Dalam
pidatonya Abu Husaini mengingatkan kembali Aceh adalah milik semua masyarakat
Aceh yang diwariskan indatu yang diperjuangkan darah dan nyawa mereka untuk
tujuan mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Aceh.
Ia berpesan seluruh elemen masyarakat di
dalam dan luar Aceh bekerjasama membangun dan mengembalikan marwah Aceh sebagai
serambi Mekkah, sebagai sebuah negeri yang aman sejahtera, hidup damai dan
bahagia.
"Kepada kawan-kawan mantan GAM 76
dan adik-adik serta anak/anak kami mantan GAM generasi kedua agar bersatu padu
mengingat kita semuanya adalah anak rakyat. Perjuangan kita adalah untuk
rakyat, untuk kita semua. Seperti dalam moto, 'Hudep beusare mate
beusadjan,'" kata Abu Husaini.
Ia juga mengharapkan kerjasama yang baik
semua unsur rakyat Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai,
demi kelangsungan hidup masyarakat yang adil dan makmur di kawasan Nusantara
serta di dunia.
sumber: Aceh.tribunnews.com,

0 komentar :