![]() |
| ILustrasi |
SYDNEY - Sebuah surat kabar Australia kemarin
10 januari 2015 menerbitkan kartun Nabi Muhammad sedang berdebat dengan Nabi
Isa AS sebagai bagian dari dukungan koran itu untuk kebebasan berbicara
menyusul serangan maut ke sebuah mingguan satir Prancis, lapor AFP.
Dua belas orang tewas dalam
serangan Rabu lalu oleh para ekstremis terhadap kantor pusat mingguan Charlie
Hebdo di Paris, yang memicu para kartunis seluruh dunia bergerak dalam
solidaritas dengan para koleganya dari Prancis.
Koran The Weekend Australian
menerbitkan kartun karya Bill Leak berjudul “Mari kita berdoa” di tengah kartun
Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad.
Pada editorialnya, The
Weekend Australian menyeru dunia Barat untuk tidak boleh menunjukkan
kelemahannya dalam mempertahankan nilai inti mereka atau mundur dari
memperjuangkan kebebasan berbicara.
“Disengaja atau tidak, salah
satu aspek paling merusak dari kejahatan ini adalah menghantam peradaban kita
di tempat terbentuknya Tumit Achilles kita, yakni kegemaran lentur dan
berkembang kita pada kebenaran politik,” tulis koran Australia ini.
“Dalam tahun-tahun belakangan
ini, di depan angkara tiada henti, masyarakat majemuk, demokratis dan bebas
kita perlahan-lahan dibentuk dari kebebasan berpendapat kita,” sambung koran
itu.
Dalam pojok opininya Jumat kemarin,
Bill Leak mengatakan dengan menyasar majalah humor maka para ekstremis sengaja
memilih simbol kebebasan berbicara yang menjadi fondasi kuat peradaban Barat.
“Selera humor yang baik
adalah salah satu dari karakteristik kuat manusia beradab yang berkembang baik.
Ketidakhadiran humor adalah salah satu karakter utama barbarisme,” kata dia
seperti dikutip AFP. (AFP/antara.news.com)
Sumber : jurnalatjeh.com

0 komentar :