![]() |
| Nurmala Abdul Hamid Rahmola. @tribunnews.com |
Kehadiran Nurmala Abdul Hamid Rahmola seolah
membawa angin segar bagi warga Kelurahan Tilihuwa, Kabupaten Gorontalo.
Parasnya yang cantik dan bersahabat menjadikan ia sosok Ibu Lurah 'anugrah'
bagi warga setempat. Bagi sebagian desa di Aceh menyebutkan lurah atau kepala
desa sebagai geuchiek.
Sepintas, kelurahan di kaki Gunung Limboto itu tak
jauh berbeda dengan kelurahan lainnya di Indonesia. Namun dalam sepekan
terakhir, kelurahan itu menjadi perbincangan di media sosial.
Adalah Nurmala yang menjadi topik pembicaraan.
Parasnya cantik. Usianya masih muda, 22 tahun. Jomblo pula. Itulah sosok Ibu
Lurah di Kelurahan Tilihuwa.
Warga pun tak segan untuk mengurus administrasi ke
kantor kelurahan. Saat mereka datang, Ibu Lurah menyambut dengan senyum dan
bersahabat.
"Bu Lurah orangnya baik, cantik, dan bikin
penyemangat kita datang ke Kantor Desa," kata Boni Tuna, seorang warga.
Memang, usianya masih sangat muda, lahir pada 8 Juni
1992. Namun itu bukan halangan bagi Ibu Lurah Malla, demikian ia biasa disapa,
untuk bertugas mengemban amanat di pemerintahan desa.
Sebagian besar warganya berusia lebih tua. Namun gadis
berkerudung itu mengaku tak kesulitan. Anak bungsu dari empat bersaudara itu
pun mensiasatinya dengan pintar-pintar menempatkan diri sebagai seorang
pemimpin.Tak jarang ia bersikap tegas menjalankan tugasnya.
"Kalau untuk pemberian pelayanan yang lebih tua,
saya pintar-pintar menempatkan diri. Karena tujuan utama saya sebagai lurah
untuk memberikan pelayanan publik untuk mencapai kesejahteraan rakyat,"
ujarnya.
Layaknya gadis-gadis lain, Malla pun gemar mencuit
kesehariannya di sosial media. Ia mendapat dukungan dari para netizen.
Malla mengaku tak kehilangan masa mudanya. Justru ia
menikmati masa-masanya sebagai Ibu Lurah sejak dilantik pertengahan Desember
2014 itu.
Terlepas dari itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo
mengatakan pengangkatan Nurmala sebagai lurah berdasarkan pertimbangan
kemampuannya. Apalagi, Malla lulusan Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN)
yang spesifik mempelajari urusan pemerintahan.
sumber: metrotvnews.com
Editor: Boy Nashruddin
Agus
sumber: atjehpost.co

0 komentar :