![]() |
| Menwa. TEMPO/Wahyu Setiawan |
Yogyakarta - Seorang mahasiswa
Universitas Gadjah Mada meninggal setelah mengikuti Pelatihan Dasar Anggota
Baru Resiman Mahasiswa. Mahasiswa bernama Piky Puspitasari, 19 tahun, meninggal
pada Senin, 19 Januari 2015.
Belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya Piky. Namun diduga dara itu mengalami kelelahan. Dia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Sadewa, Babarsari, Sleman, tapi jiwanya tidak tertolong dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.30 WIB.
Piky tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), UGM, angkatan 2014. Jenazahnya dimakamkan di Dusun Duwetgentong RT 02, Desa Srimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa, 20 Januari 2015.
Juru bicara UGM, Wijayanti, mengatakan sebelum meninggal, Piky sempat pingsan dua kali saat menjalani pelatihan hari pertama dan kedua. Pada Ahad lalu, latihan berlangsung di kampus UGM dan yang terberat berupa aktivitas berlari keliling lapangan di depan Graha Sabha Pramana. Setelah pingsan pada hari pertama latihan, Piky sudah diminta oleh seniornya untuk beristirahat. Namun dia berkeras menyelesaikan rangkaian pelatihan. "Dia bercita-cita menjadi perwira karier militer, makanya bersemangat ikut Menwa," kata Wijayanti.
Wijayanti mengatakan penyebab kematian Piky tidak diketahui secara pasti karena keluarga tidak mengizinkan jenazah diotopsi. "Tangannya mengalami kebiru-biruan, tapi itu belum jelas sebabnya," kata Wijayanti.
Ayah Piky, Sutardi, hingga saat ini belum bersedia memberi tanggapan atas kematian putrinya. Namun sejumlah kerabat sempat mempertanyakan kejanggalan yang terlihat pada tubuh Piky.
Belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya Piky. Namun diduga dara itu mengalami kelelahan. Dia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Sadewa, Babarsari, Sleman, tapi jiwanya tidak tertolong dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.30 WIB.
Piky tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), UGM, angkatan 2014. Jenazahnya dimakamkan di Dusun Duwetgentong RT 02, Desa Srimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa, 20 Januari 2015.
Juru bicara UGM, Wijayanti, mengatakan sebelum meninggal, Piky sempat pingsan dua kali saat menjalani pelatihan hari pertama dan kedua. Pada Ahad lalu, latihan berlangsung di kampus UGM dan yang terberat berupa aktivitas berlari keliling lapangan di depan Graha Sabha Pramana. Setelah pingsan pada hari pertama latihan, Piky sudah diminta oleh seniornya untuk beristirahat. Namun dia berkeras menyelesaikan rangkaian pelatihan. "Dia bercita-cita menjadi perwira karier militer, makanya bersemangat ikut Menwa," kata Wijayanti.
Wijayanti mengatakan penyebab kematian Piky tidak diketahui secara pasti karena keluarga tidak mengizinkan jenazah diotopsi. "Tangannya mengalami kebiru-biruan, tapi itu belum jelas sebabnya," kata Wijayanti.
Ayah Piky, Sutardi, hingga saat ini belum bersedia memberi tanggapan atas kematian putrinya. Namun sejumlah kerabat sempat mempertanyakan kejanggalan yang terlihat pada tubuh Piky.
sumber: tempo.co

0 komentar :