Senin, 12 Januari 2015

Mahakarya Gemasastrin Umumkan Beberapa Pemenang

Unknown     22.48    

Mahakarya Gemasastrin Umumkan Beberapa Pemenang
sumber: dok. gemasastrin
DARUSSALAM- Acara tahunan Gemasastrin (Gelanggang Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia)  yang berlangsung di auditorium FKIP Unsyiah selama dua hari sejak tanggal 10 sampai 11 Januari 2015 ditutup dengan pengumuman pemenang.
Ada 15 kategori yang diperlombakan pada acara ini, masing-masing juara langsung diumumkan pada hari penutupan.  Pemenang untuk kategori aktor dan aktris terbaik film diraih oleh Rifiyal dalam film Keuneubah dan Mutiara dalam film Rubik. Untuk aktor dan aktris terbaik drama panggung berhasil dimenangkan oleh Rakhmad Hidayat dalam drama panggung My Name Is Mail dan Dewi dalam drama panggung Seulanga.
Kemudian, untuk pemeran pembantu terbaik drama panggung direbut oleh Agus Wardianti dalam drama panggung Air dan Bensin,  dan pemeran pembantu terbaik film diraih oleh Syaifani Syahliza dalam film Perempuan Dalam Tanda Kutip. Selanjutnya untuk kategori naskah terbaik tugas mata kuliah drama dimenangkan oleh Ernita Handayani, Nanda Desia Putri, dan Juliani.
Selanjutnya sutradara terbaik film direbut oleh M Fajarli Iqbal dan sutradara terbaik drama panggung direbut oleh Ichsan Mantovani, kemudian untuk film terbaik jatuh kepada film Keuneubah, dan untuk drama panggung terbaik direbut oleh penampilan apik drama Seulanga, sedangkan untuk musikalisasi puisi terbaik jatuh kepada Asalku dari Hulu, dan untuk dramatitasi terbaik disabet oleh Dahaga Laut. Kemudian untuk poster terbaik jatuh kepada Air dan Bensin, dan untuk pembaca puisi terbaik dimenangkan oleh Debora Dorci Seserai.
Debora, pemenang kategori pembaca puisi terbaik menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada kepada penyelenggara acara. “Saya ingin mengucapkan terima kasih, karena baru pertama kalinya juara seperti ini, dan harapan untuk Gemasastrin, yang lainnya lebih semangat lagi untuk belajar membaca puisi dengan baik.” Ujar mahasiswi asal Papua tersebut.
Rismawati salah seorang dosen FKIP Unsyiah yang juga hadir dalam acara penutupan ini mengatakan bahwa menang dan kalah itu tidaklah penting, yang penting adalah partisipasi mahasiswa dalam acara ini. “Saya tidak melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah, partisipasi mereka terhadap acara ini acara ini bagi saya sudah luar biasa, menang itu hanya bonus,  dan saya berharap acara ini terus dilanjutkan,” ujar dosen sekaligus penggiat teater ini kepada detak-unsyiah.com.
Sumber: Detak-unsyiah.com


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger