![]() |
| ilustrasi |
Puluhan Mahasiswa Teknik Unhas kali ini membuat terobosan baru dengan
menciptakan suatu konsep gerakan sosial yang rutin dilaksanakan tiap minggunya
bernama “GERAK” . Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata
mahasiswa turun ke masyarakat dengan memberikan dampak positif dengan
‘citarasa’ berbeda.
Anugerah Jihadi selaku koordinator kegiatan ini mengatakan
dengan “GERAK” kami mencoba menyampaikan pesan ke publik bahwasanya
mahasiswa makassar tidak hanya bisa mengkritik tanpa aksi nyata, tapi juga
konsisten untuk terus memberikan dampak bagi masyarakat. Secara umum, konsep
kegiatan “GERAK” dibuat dengan model aksi sosial yang
berbeda-beda tiap minggunya namun satu yang pasti ialah wajib berdampak dan
dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan “GERAK” pertama kali kami laksanakan di panti asuhan
Pattawaasi Minasa Upa. Salah satu panti asuhan yang kurang mendapat perhatian dari
pemerintah maupun masyarakat luar, yang hanya memiliki fasilitas seadanya dan
penuh keterbatasan. Ironisnya, panti asuhan ini terletak ditengah-tengah
bangunan yang megah dan diapit kompleks perumahan elit sekitaran daerah
hertasning baru.
dalam kegiatan “GERAK” kali ini, kami mencoba
membagikan keceriaan dengan puluhan anak yatim piatu disana melalui pemberian
games seru, bagi-bagi hadiah, makan bareng, sampai mendongengkan cerita nabi
kepada mereka.
Kemudian, untuk aksi-aksi sosial dalam “GERAK” kedepannya
akan ada banyak varian-varian yang akan kami lakukan seperti aksi tanam pohon
bersama warga, aksi berbagi nasi kepada para pengemis / anak jalanan, aksi
advokasi masyarakat miskin yang belum mendapat bantuan jaminan kesehatan, aksi
menjual sembako dengan harga murah dipinggir jalan, aksi bersih-bersih di
wilayah yang kumuh dan rawan banjir dan masih banyak lagi.
Kata kunci utama
dari kegiatan ini ialah gerakan kecil tapi berdampak, tutur mahasiswi teknik
lingkungan unhas ini. Gerakan ini juga tidak terlepas dari kekecewaan kami kepada pemerintah
pusat yang sampai hari ini masih belum peka melihat realitas masyarakat miskin
yang semakin menderita dengan kebijakan penarikan subsidi BBM disaat daya beli
makin menurun.
Apalagi dalam waktu dekat ini, tarif daftar listrik juga akan
mengalami kenaikan harga. Akhirnya kamipun, memutuskan sekarang saatnya
mahasiswa harus turun ‘ber-GERAK’ aktif dan memberikan kontribusi sebisa
mungkin tanpa harus berharap ke pemerintah lagi. Semoga dengan begitu mahasiswa
yang lain dapat terinspirasi dan mau ikut ber-GERAK, sehingga gerakan
seperti ini menjadi trend baru
dikalangan aktivis kampus sekaligus sebagai kritikan sosial kita kepada pemerintah agar mereka lebih
‘peka’ danbetul-betul
berpihak pada rakyat miskin.
sumber : identitasonline.net

0 komentar :