![]() |
| Seekor sapi ternak yang ikut dalam Kontes Sapi Ternak tahunan diikat dalam kandang di Klaten, Jawa Tengah, 22 November 2014. (Agoes Rudianto/Agency Anadolu/Getty Images) |
Bogor - Seorang pengusaha
penggemukan sapi bali, Paulus Johan, 42 tahun, disatroni kawanan perampok
bersenjata tajam, Jum'at dinihari, 16 Januari 2015. Perampok membawa 8 dari 20
ekor sapi di dua kandang milik Paulus yang terletak di Dusun Cijulang, Desa
Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Selain membawa lari
sapi, para perampok juga mengambil satu sepeda motor Yamaha, dua telepon
seluler, dua sepatu boot, dan satu senter. Kerugian ditaksir mencapai ratusan
juta rupiah. Kepada Tempo, Paulus mengatakan pertama kali mengetahui ada
perampok sekitar pukul 01.30 WIB. "Saya melihat bayangan banyak orang dari
terpal di kandang sapi," kata Paulus, Jum'at 16 Januari 2015.
Penasaran, Paulus
kemudian melangkah menuju kandang sapi. Paulus tiba-tiba dibekap perampok yang
menurut dia, berjumlah sekitar delapan orang. Perampok mengikat kedua tangan
dan kakinya menggunakan tali plastik merah dan menutup mata dengan lakban.
Selain Paulus, perampok juga menyekap seorang karyawan peternakan bernama
Latif, 21 tahun. "Mereka mengancam akan menghabisi kami berdua jika
melawan," kata dia.
Paulus dan Latif
disekap di dalam satu ruangan. Dari situ, mereka mendengar suara truk mendekat
kandang. Sapi-sapi juga mengeluarkan suara gaduh. "Sepertinya banyak sapi
yang berontak," ujarnya. Pengangkutan sapi itu berlangsung hingga sekitar
pukul 04.00 WIB.
Setelah bebas,
Paulus langsung mengecek kandang. Menurut dia, para perampok membawa delapan
dari 20 ekor sapi yang ada di kandang dan masih dalam proses penggemukan. Dari
12 sapi yang tersisa, ada satu ekor sapi yang kehilangan kaki belakangnya.
"Mungkin karena berontak saat akan dinaikan ke atas truk, makanya kakinya
dibacok," ujar Paulus.
Paulus menduga
perampok itu kesiangan karena hanya membawa delapan ekor sapi yang ditempatkan
dalam satu kandang. "Satu kandang lagi masih utuh," kata dia.
"Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Megamendung."
sumber: tempo.co

0 komentar :