Malang - Universitas
Brawijaya (Unibraw), Kota Malang, mengembangkan kampus II di Jalan Dieng untuk
mengurangi beban kampus pusat di Jalan Veteran. Pembangunan gedung sembilan lantai
di lahan seluas delapan hektare itu bertujuan membagi mahasiswa di kampus pusat
yang jumlahnya sekitar 60 ribu.
"Untuk
membangun kampus II, dibutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar," kata Rektor
Universitas Brawijaya Mochammad Bisri, Senin, 5 Januari 2015.
Setelah
dikembangkan, kampus Universitas Brawijaya tersebut diperkirakan mampu
menampung 12 ribu mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan kelas vokasi.
Selama ini, para mahasiswa Unibraw tersebar di kampus pusat, kampus dua, kampus
tiga di Griya Shanta Malang, kampus empat di Kediri, dan kampus lima di
Jakarta.
Kampus pusat
sendiri akan dikembangkan dengan konsep green campus. Prakteknya, mahasiswa dilarang menggunakan kendaraan
bermotor di dalam area kampus. Apalagi lalu lalang mahasiswa turut menyumbang
kemacetan di tengah kota.
Adapun kampus
Unibraw di Kediri, kata Bisri, juga akan dikembangkan bersama pemerintah daerah
setempat. Luas lahan yang tersedia 20 hektare, sedangkan kebutuhan ideal
mencapai 30 hektare. Dengan demikian, dibutuhkan tambahan lahan untuk keperluan
pendidikan, belajar, dan penelitian.
"Universitas
Brawijaya hanya menyiapkan perguruan tinggi baru di Kediri. Terserah nanti,
diberi nama sendiri," katanya. Menurut dia, wilayah Kediri dan sekitarnya
membutuhkan perguruan tinggi berkualitas. Potensi sumber daya manusia di sana
cukup baik, dia melanjutkan, namun fasilitas pendukung belum optimal.
Bisri menargetkan
Universitas Brawijaya bisa sejajar dengan perguruan tinggi bergengsi di dunia
dalam hal kualitas. Universitas Brawijaya telah membuka sembilan program gelar
bersama atau joint
degree bareng
perguruan tinggi di luar negeri. Di antaranya dengan dua kampus di Taiwan,
yakni National Central University dan National Pingtung University of Science
and Technology.
sumber: tempo.co

0 komentar :