Pontianak -
Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah untuk menekan jumlah titik api
di empat provinsi “penghasil asap” karena kebakaran hutan. Jika tidak berhasil,
Presiden
![]() |
| Kabut asap dari sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. TEMPO/Riyan Nofitra |
Jokowi akan menjatuhkan sanksi. Daerah-daerah itu adalah "Jambi,
Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Barat," katanya di Pontianak
sebelum kunjungan ke tiga titik perbatasan, Rabu, 21 Januari 2015.
Dia menegaskan
titik api di empat daerah ini harus turun secara signifikan. Jika tidak, Jokowi
mengancam akan mencopot pejabat yang bertanggung jawab. Masalah ini masih terus
berulang, menurut dia, karena pembiaran dari tahun ke tahun.
Selain itu, tidak
ada terobosan yang berarti dalam menangani masalah tersebut. "Ini hanya
persoalan mau atau tidak. Sistemnya sudah ada, tinggal bagaimana
menjalankannya," katanya.
Jokowi juga
menyatakan bahwa pelaku usaha yang terindikasi melakukan pembakaran hutan
dengan sengaja akan dicabut izin-izinnya. "Saya instruksikan cabut. Sudah
ada yang dicabut itu," katanya.
Menurut Jokowi,
penegak hukum pasti sudah mengantongi nama-nama perusahaan pembakar lahan
tersebut. "Sekali lagi, tinggal mau apa tidak (menindak) saja,"
katanya.
Jokowi melakukan
kunjungan kerja selama dua hari ke Kalimantan Barat. Peresmian Masjid Raya
Mujahidin Pontianak menjadi agenda pertamanya pada Selasa kemarin, dilanjutkan
pertemuan dengan petani di Kabupaten Landak. Sorenya, Jokowi memberikan
pengarahan kepada UPT Manggala Agni mengenai kebakaran hutan dan lahan.
Pagi tadi, Jokowi
bertolak ke perbatasan Kalbar dan Malaysia di tiga titik. Sedianya Jokowi akan
melihat dari dekat kondisi Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong Kabupaten
Sanggau, selanjutnya PPLB Badau dan perbatasan darat di Paloh, Desa Temajuk.
Dari udara, Jokowi akan melihat pembangunan Jembatan Tayan yang dibiayai dari
APBD dan pinjaman pihak ketiga dalam bentuk proyek pembangunan.
sumber: tempo.co

0 komentar :