JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengingatkan konsumen
khususnya pengguna mobil, untuk bersiap diri menyiapkan infrastruktur
penggunaan gas. Jangan lantas terbuai oleh harga bensin yang lagi murah,
berkisar 40 dollar AS per barel.
Ridha Ababil, Vice
President Corporate Communication PGN mengatakan, saat ini tren harga minyak
mentah dunia yang lagi turun membuat pemerintah memutuskan menghapus subsidi
pada Premium dan Solar. Pemerintah juga sekaligus menurunkan harga Premium jadi
Rp 7.500 dan Solar Rp 6.500 per liter.
"Tapi, harga
minyak dunia tidak akan selamanya rendah, diprediksi mulai 2017 harga minyak
dunia akan naik ke level normal lagi berkisar 100-120 dollar per barel. Pada
saat itu harga Premium dan Solar akan naik karena sudah mengacu pada harga
pasar, tanpa subsidi," jelas Ridha disela PGN Test Drive, di Ancol,
Jakarta Utara, Kamis (16/1/2015).
Supaya masyarakat siap,
lanjut Ridha, untuk menghadapi kenaikan itu dan punya alternatif bahan bakar
untuk kendaraan yang lebih murah, gas jawabannya. "Mumpung masyarakat bisa
berhemat karena harga bensin lagi murah, ketika harga (bensin) naik maka
masyarakat punya alternatif lain," tukas Ridha.
Butuh waktu
Budi Prasetyo Susilo, Staf Ahli Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia
(Gaikindo) mengatakan, bagi seluruh pelaku industri dibutuhkan waktu minimal 4
tahun untuk menyiapkan model-model kendaraan khusus yang mengonsumsi gas.
Waktu ini dibutuhkan
untuk penelitian ulang, mempersiapkan komponen tambahan yang dibutuhkan untuk
menyesuaikan model yang sudah ada sehingga kompatibel mengonsumsi gas.
"Pasti beda
ECU-nya, tambahan brecket untuk tabung gas, alat konverter, semua ini nambah
biaya baru, lantas apakah tambahan (biaya) ini dibebani ke konsumen atau
pemerintah mau kasih insentif bagi produsen?" tanya Budi.(Agung Kurniawan).
sumber:serambi indonesia

0 komentar :