
Aceh Utara- Sebelum meninggal dunia, Afriza Mutia, 20 tahun, pergi bersama
teman prianya yang berinisial A ke Medan, Sumatera Utara. Afriza meninggal
dunia dalam perjalanan pulang. Pada Minggu pagi, 11 Januari 2015, warga
menemukan jasadnya di parit.
Sebelumnya diberitakan A merupakan teman SMP korban.
Namun hasil pemeriksaan pihak kepolisian, A mengaku jika mereka baru
berkenalan dan berteman sejak tahun 2009, tepat saat keduanya duduk di bangku
kelas I SMA hingga tahun 2012.
Kepada penyidik di Reskrim Polres Aceh Utara, A
menceritakan awal mula pertemanannya dengan Afriza. Selama berteman, menurut
pengakuannya mereka tidak pernah memiliki masalah apa pun. “Semasa SMA, Afriza
sempat mengaku tidak memiliki pacar (kekasih-red).
Belakangan saya ketahui ia
punya pacar R, warga Pantonlabu, Tanah Jambo Aye yang tak lain adalah teman
saya. R sempat marah kepada saya karena salah paham, sehingga saya dan Afriza
putus komunikasi,” kata A, berdasarkan pengakuannya dalam Berkas Acara
Pemeriksaan, yang diperoleh ATJEHPOST.co dari Kasat Reskrim Polres Aceh Utara,
AKP Mahliadi, mewakili Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, pada Selasa malam, 13
Januari 2015.
Sebelum Natal pada Desember 2014, terjadi pertemuan kembali
antara Afriza dan A.
“Baru-baru ini Afriza curhat ke saya tentang pacarnya O,
salah satu anggota Polres Lhokseumawe. Kata Afriza, pacarnya selingkuh dengan
I, anak salah seorang anggota Koramil Tanah Jambo Aye,” kata A.
Kala itu Afriza
mengaku galau tingkat tinggi. Sehingga pada Kamis, 8 Januari 2015 pukul 19.00
WIB, tepatnya saat A memasang status di BBM-nya ‘OTW Medan’, Afriza minta ikut.
Sumber : Atjehpost.co
0 komentar :