Senin, 19 Januari 2015

Gajah Rusak 17 Rumah

Unknown     14.43    

Gajah Rusak 17 Rumah

LHOKSUKON - Kawanan gajah liar pada Jumat dan Sabtu (16-17/1) kembali mengamuk di kawasan Dusun Sarah Rajah, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. 

Kali ini, Po Meurah--sebutan lain untuk gajah--merusak 17 rumah di daerah pedalaman itu. Eksesnya, 22 kepala keluarga (KK) yang selama ini berkebun di kawasan tersebut terpaksa meninggalkan dusun yang berbatasan dengan wilayah Keutok, Bener Meriah. Apalagi, hingga kini kawanan gajah masih berkeliaran di kawasan itu.

Sebagian besar rumah yang diobrak-abrik gajah tersebut tidak bisa ditempati lagi karena mengalami rusak parah. Sebelumnya, pada 5 dan 8 September 2014, empat rumah dan belasan hektare kebun di kawasan itu juga dirusak satwa dilindungi tersebut.

Warga Leubok Pusaka, Alimat kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, selain 17 rumah, gajah juga merusak puluhan hektare kebun di dusen tersebut. Disebutkan, kebun yang dirusak itu berisi tanaman seperti pinang, kakao, dan pisang. 

“Sebelumnya kawanan gajah itu jumlahnya hanya belasan ekor. Tapi, dalam dua hari terakhir jumlahnya menjadi puluhan ekor. Warga terpaksa meninggal rumah dan kebunnya karena tak mampu mengusir binatang itu,” ungkap Alimat.

Karena itu, lanjutnya, sebagian warga sekarang terpaksa pulang ke daerah asalnya yaitu Dusun Bidari, desa yang sama. “Jumat kemarin warga berbondong-bondong meninggalkan Sarah Raja dengan naik rakit ke Dusun Bidari. Sebab, tak ada jalan darat yang menghubungkan  dua dusun tersebut,” katanya.

Keuchik Leubok Pusaka, Jaharuddin menambahkan, ia sudah mendapat laporan bahwa belasan KK di kawasan Keutok meninggalkan kebunnya akibat gajah mengamuk. “Puluha KK yang tinggal di kawasan Keutok adalah warga Dusun Bidari. Tapi, mereka telah membangun rumah di kawasan itu untuk berkebun,” ungkap Keuchik.

Camat Langkahan, M Jamil, kemarin, mengatakan, dirinya belum mendapat informasi tentang adanya gangguan gajah di kawasan Sarah Raja. “Kawasan itu memang rawan gangguan gajah. Sebelumnya ada juga rumah yang dirusak gajah,” ujar Camat.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Utara, Kastabuna yang dimintai tanggapannya, Minggu (18/1) mengatakan, tadi pagi (kemarin-red) ia mendapat informasi dari Keuchik Leubok Pusaka bahwa 17 rumah dan puluhan hektare kebun di Dusun Sarah Raja dirusak gajah. Ia memperkirakan gajah mengamuk karena habitatnya terus terganggu. Sebab, menurutnya, jalur yang biasa dilintasi kawanan gajah dari Pidie sampai ke Aceh Timur sudah rusak. Sehingga hewan berlelalai itu mengamuk.

“Untuk mengantisipasinya, saya perintahkan petugas dan mereka sudah menuju ke lokasi untuk mengusir kawanan gajah liar tersebut. Kalau ada jalan darat kita bisa bawa gajah jinak dari Cot Girek, tapi karena ke sana harus naik rakit, sehingga hal itu tak mungkin kita lakukan,” ungkap Kastabuna.(jf)
sumber: serambi indonesia


0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger