Jumat, 16 Januari 2015

DPRA Kutuk Oknum Polisi Bakar Warga Aceh di Batam

Unknown     15.16    

DPRA Kutuk Oknum Polisi Bakar Warga Aceh di Batam
Pria asal Aceh dibakar. Foto Sindo 
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh mengutuk perilaku oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir yang membakar hidup-hidup warga asal Aceh bernama Sudirman, 29 tahun, di Batam, Kepulauan Riaua pada Rabu malam, 14 Januari 2015. 

“Kita mengutuk kejahatan ini. Kita minta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. Ini betul-betul tidak manusiawi. Apalagi ini menimpa warga Aceh yang sedang di perantauan,” kata anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat 16 Januari 2015. Iskandar meminta Pemerintah Aceh melalui dinas terkait agar memberi perlindungan untuk keluarga korban. 

“Pemerintah Aceh harus mencari keluarga korban untuk menyantuni dan memberi perlindungan. Bukan tidak mungkin ada teror terhadap keluarga selama kasus ini ditangani. Pemerintah juga harus memantau kasus ini hingga selesai,” ujar Iskandar. 

Demikian juga dengan paguyuban masyarakat Aceh yang berada di Riau. Iskandar meminta masyarakat Aceh yang berada di Riau untuk senantiasa menjaga kekompakan serta memberi dukungan terhadap keluarga korban.

 “DPR Aceh sendiri memantau kasus ini. Kita minta penegak hukum di Batam untuk mengadili pelaku,” kata politisi Partai Aceh ini. 

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Sudirman, 29 tahun, diduga warga Aceh yang menetap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka bakar, Rabu malam, 14 Januari 2015. 

Saat ditemukan, Sudirman berada dalam posisi duduk di atas aspal dengan tangan terborgol dan tubuh terbakar. Masih menurut informasi yang dikumpulkan karimuntoday.com, Sudirman diduga dibakar oleh salah satu oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir. Selama di Tanjung Balai Karimun, Sudirman tinggal serumah dengan salah satu oknum polisi di Bukit Senang, Kecamatan Karimun. S diduga membakar tubuh korban menggunakan BBM jenis premium di semak-semak derah objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. 

Setelah membakar, tersangka meninggalkan korban. Tidak lama kemudian korban dapat mematikan api yang membakar tubuhnya kemudian merangkak ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga setempat. Kades Pongkar, Zahir, membenarkan kejadian penemuan seorang pria yang dibakar hidup-hidup dengan tangan diborgol. 

"Kita temukan korban masih hidup. Untuk menyelamatkannya, korban segera dilarikan ke RSUD untuk mendapat perawatan dari pihak medis," katanya.

Sumber:Atjehpost.co 

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger