
Tiba di Medan, Sumatera Utara, pada pukul 05:00 WIB,
Jumat, 9 Januari 2015, Afriza dan WA memesan kamar di Hotel Buana di Jalan
Gajah Mada. Mereka memesan satu kamar namun tidur di ranjang terpisah.
Menjelang pukul 12:00 WIB, WA membangunkan Afriza yang
masih tidur setelah sebelumnya ia mandi terlebih dahulu.
Setelah itu mereka keluar dan makan siang di kawasan
Jalan Gajah Mada. WA lantas menghubungi temannya Dek Bai dan memberi kabar
kalau dirinya sudah berada di Medan. Ketika itu Dek Bai meminta WA menemuinya
di Carrefour.
Setelah makan siang, Afriza dan WA pergi ke Carrefour
dan menunggu Dek Bai di area parkir. Sekitar pukul 16:00 WIB, WA dan Dek Bai
bertemu dan Dek Bai menyerahkan uang Rp 1,5 juta.
Afriza lantas mengajak WA jalan-jalan ke SUN Plaza
untuk membeli pakaian. Namun di sana, Afriza hanya melihat-lihat saja, tidak
ada yang dibeli karena merasa tidak ada yang cocok. Pukul 18:20 WIB, keduanya
meninggalkan SUN Plaza dan kembali ke hotel Buana di lantai tiga kamar 317.
“Saya putuskan kembali ke hotel karena tidak ada
tujuan lain. Selain itu saya juga sangat lelah dan mengantuk. Sedangkan Afriza,
kala itu memilih pergi ke salon dan membawa serta kunci kamar,” ujar WA kepada
penyidik, seperti yang tertuang dalam Berkas Acara Pemeriksaan yang diperoleh
ATJEHPOST.co di Satreskrim Polres Aceh Utara.
Pukul 23.00 WIB, Afriza pulang dan membangunkan WA dan
mengajaknya dugem. Namun WA menolak dan hanya mau keluar untuk makan malam.
Sebelum keluar kamar, Afriza sempat berkata, “Aku tadi kenalan sama bencong di
salon. Sudah ambil no PIN BBM-nya. Nanti kami akan jumpa di Lhokseumawe.”
WA menjawab, “Kajak u Medan perle meuturi ngen bencong? (Pergi ke Medan perlu
berkenalan dengan bencong?)” Afriza kemudian menjawab “Enggak ada, cuma mau
berkawan aja”. Setelah itu keduanya meninggalkan kamar hotel menuju Jalan Gatot
Subroto untuk makan malam.
Pukul 00.00 WIB dini hari, mereka kembali ke hotel.
Kala itu Afriza terlihat kurang senang karena keinginannya untuk dugem ditolak
WA. Namun WA berjanji akan menemani Afriza dugem pada Sabtu malam.
“Di hotel, saya langsung tidur. Sedangkan Afriza
menonton televisi sambil minum minuman untuk mempercantik diri, sama persis
saat dalam perjalanan menuju Medan,” kata WA.
Pukul 04.00 WIB, Sabtu, 10 Januari 2015, WA terbangun
karena deringan telepon masuk. Setelah dilihat ternyata dari Maya, 23 tahun,
karyawan salah satu bank di Medan. Maya minta dijemput di Terminal Pinang Baris
dan diantar ke tempat kosnya di kawasan Sunggal. Kala itu WA menjemput Maya
dengan mengajak serta Afriza. Tepat pukul 05.30 WIB mereka kembali ke hotel.
Sabtu, 10 Januari 2015 pukul 10.00 WIB, Afriza membangunkan
WA untuk mengajak sarapan dan jalan-jalan. Kala itu Afriza terlihat sudah rapi
dan siap pergi, sementara WA masih acak-acakan dan belum mandi. Saat WA mandi,
Afriza berpamitan pergi ke salon lagi.
Setelah mandi WA menunggu Afriza di dalam Hotel. Pukul
11.00 WIB, WA BBM, “Za, gimana apa sudah siap” dibalas “Belum sebentar lagi”.
Jawab WA, “Jangan lama-lama nanti takutnya aku ketiduran,” dibalas lagi “Enggak
apa-apa tidur aja dulu kan check out-nya jam 12.00 WIB.”
Pukul 11.55 WIB WA kembari mengirimkan BBM kepada
Afriza. “Gimana apa sudah siap apa belum.” “Sabar dulu,” balas Afriza. Dibalas
lagi WA, “Pu sabar sudah jam 12 mau chek out ni.” Afriza kembali menjawab
“Enggak apa-apa key (kamu-red) check out aja sendiri, terus tunggu aku di mobil.”. WA kembali membalas pesannya
dengan umpatan. Lalu ia puncheck out sendiri dan membawa barang-barangnya ke
mobil.
Baru 30 menit di mobil, WA mendapat telepon masuk dari
neneknya yang meminta dirinya segera pulang. Setelah menyelesaikan pembicaraan
dengan neneknya ia kembali mengirimkan pesan kepada Afriza melalui saluran BBM.
“Gimana? Cepatlah, aku di mobil nih.”
Afriza membalas “Iya, sebentar lagi hampir siap.”
Dengan nada kesal, kala itu WA membalas BBM, “Bit-bit inong pungo kah, karap 3 jeum kupreh kah (memang benar-benar kamu perempuan gila,
hampir 3 jam saya tunggu kamu.”
Pesan itu tidak ditanggapi Afriza.
Pukul 14.00 WIB, Afriza keluar dari salon dalam
kondisi bahagia dan ceria. Berdasarkan keterangan WA dalam BAP, penampilannya
terlihat berbeda dengan muka mengkilap. Ia lantas meminta uang kepada WA rp 50
ribu, katanya untuk membaya uang alis mata. Setelah itu ia kembali masuk ke
salon. Sepuluh menit kemudian baru ia keluar dan mereka lantas pergi ke
Indomaret untuk membeli minuman ringan.
Saat Afriza kembali masuk mobil, WA berkata, “Kita
pulang ke Panton sekarang karena abang sepupu saya sudah masuk rumah sakit.”
Saat itu sempat terjadi adu mulut karena Afriza tidak mau pulang. Hingga
akhirnya Afriza meminta diantar ke Pasar Peutisah untuk membeli baju.
Kala itu WA mengatakan, “Kob brat meu gampong, lagee hantom jak u Medan keudeh(kampungan kali, macam tidak pernah ke Medan).” Afriza menjawab, “Alah,
pokoknya ke Petisah dulu,” yang dijawab WA dengan “Ya.”
Kala itu, menurut WA, Afriza langsung menyetel lagu
house DJ. Sedangkan dirinya tidak berniat menuruti permintaan Afriza. WA
langsung menuju jalan pulang melalui Jalan Gatot Subroto. Setiba di SPBU
Rajawali, WA mengisi bensin senilai Rp 100 ribu. Selanjutnya ia langsung
mengemudikan mobil menuju Aceh melalui jalan pintas. Tiba-tiba Afriza tersadar
kalau itu bukan jalan menuju ke Petisah. “Inikan jalan pulang,” katanya.
Sumber: Atjehpost.co
AGENS128 Adalah Situs Judi Online Taruhan Sepak Bola, Casino, Sabung Ayam, Tangkas, Togel & Poker Terpopuler di Indonesia
BalasHapusPasang Taruhan Online Melalui Agen Judi Terpercaya Indonesia Agens128, Proses Cepat, Banyak Bonus, Online 24 Jam dan Pasti Bayar!
Sabung ayam
sbobet online
casino online
tembak ikan
daftar bisa langsung ke:
LINE : agens1288
WhatsApp : 085222555128