![]() |
| ilustrasi (poto: www.himab.org) |
Oleh : Asy’ari
Jika sekarang daratan
afrika dan sekitarnya sedang gencar-gencarnya terjangkit virus ebola, maka lain
pula virus yang sekarang meuwabah di daratan paling ujung sumatera ini, ya
daratan itu adalah Aceh. Daratan ini sekarang ini terkenal dengan daratan permata
hijau. Semua kalangan, baik itu kalangan tua muda mudi, kalangan atas maupun
kalangan bawah hampir semuanya terjangkit virus batu akik tersebut.
Hal
ini bisa kita buktikan dengan munculnya usaha-usaha jasa pengasahan batu akik
ini. Hampir di seluruh seluk beluk aceh, baik itu di kota, pinggir jalan
ataupun pertokoan terdapat tempat jasa pengasahan batu yang bernilai ekonomis ,
serta sangat menjanjikan ini. Bukan hanya usaha-usaha jasa pengasahnnya saja
yang heboh, akan tetapi secara jelas kita lihat pemasaran batu akik ini banyak
di lakukan di media sosial. Baik itu Facebook, Twitter, BBM, dan media sosial
lainnya yang menurut mereka bisa jadi tempat pemasaran untuk batu akik
tersebut.
Maka
jangan heran jika kita melihat fenomena wabah batu akik ini sedang bertebaran
di aceh saat ini. Tidak hanya di aceh saja, di luar aceh pun batu ini sangat di
gemari, bahkan orang-orang luar negeri pun juga terpesona melihat indahnya
pancaran cahaya batu akik aceh ini.
Jika
dulu kita berbicara tentang aceh pasti dalam benak orang luar tersebut langsung
terbayang dengan khas Ganja atau orang luar aceh lebih mengenalnya dengan
sebutan cimeng. Bahkan ada klaim bahwa tanah 1001 rencong ini juga dikenal
sebagai produsen ganja terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand. Tetapi hal
tersebut sudah menghilang dengan sendirinya. Sekarang ini cimeng aceh berubah
menjadi batu aceh. Kalau sekarang kita bicara tentang aceh, bicaranya bukan
lagi tentang bakoeng. Tetapi bicara aceh bicara batu akik yang sekarang sedang
mendunia.
Editor : Wanti Nur Jadidah
sumber: http://www.himab.org

0 komentar :