KELUARGA Afriza
tidak terima dengan kepergian gadis yang tercatat sebagai mahasiswi Akbid Aceh
Utara yang tidak wajar tersebut. Mereka menyesalkan tindakan WA yang membiarkan
Afriza kesakitan, tanpa ada upaya memanggil bantuan atau membawanya ke rumah
sakit.
“Seharusnya saat Afriza kesakitan, WA membawanya ke rumah sakit atau
minimal memanggil bantuan. Pembiaran yang dilakukan WA seolah menunjukan tidak
ada itikad baik dari WA terhadap Afriza. Saya selaku ayah kandungnya tidak
terima,” ujar Ramli BA, saat ATJEHPOST.co menyambangi rumah duka, Sabtu siang,
17 Januari 2015.
Selain itu, hingga kini Ayah Afriza masih bertanya-tanya
tentang keberadaan handphone Afriza yang belum dikembalikan kepada keluarga.
“Hingga hari ini (Sabtu-red), kami tidak tahu keberadaan handphone Afriza.
Apakah sudah dibuang WA atau sebab lainnya. Kita tidak tahu,” katanya.
Menurut
Ramli BA yang juga Sekretaris Kecamatan Tanah Jambo Aye, hingga hari ke tujuh
kepergian Afriza, baik WA atau pun keluarganya belum terlihat datang ke rumah
duka. “Saya tetap tidak terima. Jika pun WA dan keluarganya datang, akan saya
usir. Kita juga akan menempuh jalur hukum dan akan memakai jasa pengacara.
Apalagi pasal yang dikenakan untuk WA sangat ringan, termasuk hukumannya,”
katanya yang saat itu juga sedang kedatangan Kabag Humas Aceh Utara, Amir
Hamzah.
sumber: atjehpost.co

0 komentar :