![]() |
| Laila Abdul Jalil, SS, MA (Atjehpost) |
ARKEOLOG
asal Universitas Gajah Mada (UGM), Laila Abdul Jalil, SS, MA, menduga situs
Lamuri yang berada di Lamreh Krueng Raya, Aceh Besar bukanlah kerajaan yang
pernah berjaya di Aceh.
Pasalnya di lokasi tersebut juga belum ditemukan
potensi unggulan seperti di Barus yang dikenal dengan kapur barus atau Kerajaan
Aceh yang populer dengan pala. "Saya menduga Lamuri itu bukan kerajaan
tertua, bahkan belum tentu juga kerajaan, tapi komunitas dagang saja," kata
Laila kepada ATJEHPOST.co di Banda Aceh, Jum'at, 9 Januari 2015 kemarin.
Di sisi lain, kata Laila, belum ada kajian ilmiah secara representatif
menyangkut situs Lamuri di Lamreh.
Ia menduga situs tersebut pada masanya
dikuasai komunitas pedagang Arab yang singgah di Aceh, yang punya tradisi
menguasai air bersih. "Di Arab ada tradisi siapa yang menguasai air bersih
dia adalah kelompok yang kuat," katanya. Laila juga mengatakan belum
menemukan adanya masjid kuno di situs Lamuri. Sementara nisan yang ditemukan
bertuliskan Arab kemungkinan hanya komunitas Arab yang singgah. "Kalau
Lamuri itu kerajaan maka harus dilihat ada kerajaan dan potensinya,"
katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya
(PPISB) Unsyiah bekerjasama dengan Progam Pasca Sarjana USU Medan dan Pusat
Penyelidikan Arkeologi Global (PPAG) UGM, mengadakan penelitian di situs
Kerajaan Lamuri, Lamreh, Krueng Raya. Penelitian tersebut untuk mencari jejak
dan peninggalan arkeologis Kerajaan Lamuri yang disebut-sebut pernah berjaya di
tiga zaman.
Sumber :
Atjehpost.co

0 komentar :