Minggu, 11 Januari 2015

Arkeolog UGM: Lamuri Bukan Kerajaan Tapi Komunitas Dagang

Unknown     01.33    

Arkeolog UGM: Lamuri Bukan Kerajaan Tapi Komunitas Dagang
Laila Abdul Jalil, SS, MA (Atjehpost) 
ARKEOLOG asal Universitas Gajah Mada (UGM), Laila Abdul Jalil, SS, MA, menduga situs Lamuri yang berada di Lamreh Krueng Raya, Aceh Besar bukanlah kerajaan yang pernah berjaya di Aceh. 

Pasalnya di lokasi tersebut juga belum ditemukan potensi unggulan seperti di Barus yang dikenal dengan kapur barus atau Kerajaan Aceh yang populer dengan pala. "Saya menduga Lamuri itu bukan kerajaan tertua, bahkan belum tentu juga kerajaan, tapi komunitas dagang saja," kata Laila kepada ATJEHPOST.co di Banda Aceh, Jum'at, 9 Januari  2015 kemarin. Di sisi lain, kata Laila, belum ada kajian ilmiah secara representatif menyangkut situs Lamuri di Lamreh. 

Ia menduga situs tersebut pada masanya dikuasai komunitas pedagang Arab yang singgah di Aceh, yang punya tradisi menguasai air bersih. "Di Arab ada tradisi siapa yang menguasai air bersih dia adalah kelompok yang kuat," katanya. Laila juga mengatakan belum menemukan adanya masjid kuno di situs Lamuri. Sementara nisan yang ditemukan bertuliskan Arab kemungkinan hanya komunitas Arab yang singgah. "Kalau Lamuri itu kerajaan maka harus dilihat ada kerajaan dan potensinya," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah bekerjasama dengan Progam Pasca Sarjana USU Medan dan Pusat Penyelidikan Arkeologi Global (PPAG) UGM, mengadakan penelitian di situs Kerajaan Lamuri, Lamreh, Krueng Raya. Penelitian tersebut untuk mencari jejak dan peninggalan arkeologis Kerajaan Lamuri yang disebut-sebut pernah berjaya di tiga zaman.

Sumber : Atjehpost.co

0 komentar :

Redaksi menerima tulisan dari mahasiswa dan masyarakat umum bisa berupa opini, cerpen, puisi dan lain-lain. tulisan bisa di kirim ke email perspsycho@gmail.com disertai dengan identitas penulis.
© 2014-2015 PERSePSI POST.Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger