OLEH : Tgk Ni
![]() |
| peta aceh(sumber: google) |
Aceh Milik Siapa ? -Aceh sedang
dirundung pilu, aceh lagi bersedih dengan keadaannya yang semakin tak karuan.
Aceh lagi masa-masanya down di pemerintahannya. Apa ini sudah
menjadi takdir bagi kami sebagai bangsa aceh. Apakah kami harus menanggung ini
sampai kami sudah ditanam dibumi ini dan di lanjutkan dirasakan oleh anak-anak
cucu kami nantinya. Bila memang pemimpin kami yang sudah mulai melupakan jalan
Allah sudah sepatutnya kita saling mengingatkankannya. Kita punya hukum yang
mengatur, punya aturan bagaimana dalam kebebasan mengeluarkan pendapat.
Pergunakan kewenangan yang telah diberikan itu dengan sebaik-baiknya demi
kemaslahatan bersama.
Kalau memang saat ini aceh berada ditangan yang tidak tepat, dalam artian
aceh ini adalah milik selurug warganya, milik seluruh masyarakat bangsa Aceh.
Berarti jelas sudah bahwa aceh ini bukan hanya milik satu orang semata. Bukan
hanya milik seorang yang mempunyai kewenangan yang tinggi dalam satu wilayah.
Kekayaan alam, tanah, air, udara aceh adalah milik seluruh masyarakat aceh.
Pemerintah disini adalah sebagai pengelola yang berarti seluruh masyarakat
mempercayakan tanah ini untuk dikelola untuk kepentingan bersama. Pemerintah
disini hanya sebagai penerima amanah, bahkan bahasa kasarnya pemerinyah itu
adalah pelayan rakyat. Didalam sistem demokrasi begitu di katakan. Kapan
masyarakat aceh mempercayakannya ? ia ketika PILKADA. Masyarakat dengan hati
yang ikhlas mempercayakan saudara-saudara kita yang terhormat supaya apa ?
supaya mereka mampu membawa kemakmuran di negeri ini.
Ingat! Mereka ada digedung itu karena seluruh masyarakat di aceh, bukan
hanya keluarganya saja yang yang memilihnya. Tidak cukup suaranya bung kalau
hanya saudara-saudaranya saja yang memilihnya sehingga bisa punya kewenangan
sebesar itu. Jika hanya ingin menikmati kewenangan itu dengan bahagia ingatlah
akan rakyatmu. Berapa banyak hasil alam yang kita punya tak tahu bagaimana
keberadaannya. Berapa banyak perusahaan dari negeri ini dari dulu-dulunya
sedangkan yang menikmatinya hanya segelintir orang.
Kami para mahasiswa diperalat dengan anjuran belajar yang rajin supaya
mudah dapat kerja dan dapat pekerjaan yang layak. Tapi sadarkah pemerintah
sistemnya salah dan bahkan membodohi kaum terpelajar? Kami hanya disuruh
kejar nilai dalam segala hal dan harus bersaing sesama demi mendapat suatu
nilai. Sedikit sekali ditanamkan pada diri kami tentang moral dan etika dalam
belajar. Kami disuruh memahami teori-teori yang mungkin si pembuat teori sudah
mati ratusan tahun yang lalu.
Aceh memang negeri yang aneh, terutama pemerintahannya. Semoga keanehan
tersebut memberikan suatu keajaiban kepada aceh, semoga.
Tgk Ni
pemerhati sosial budaya dan lingkungan
Mahasiswa fakultas Hukum Unsyiah
Sumber : Suaatjeh.blogspot.com

0 komentar :